Hey Farro, malam ini manis sekali sepertinya

Kamu tau, aku bahkan tidak membayangkan sama sekali tentang kehadiranmu malam ini. Ya, tidak seperti malam-malam biasanya, dimana selalu saja terlintas sedikit pikiran bahwa tiba-tiba saja kau sudah tersenyum berdiri didepan pintu rumahku.

Tapi malam ini nyata. Saat aku sedang asyik dengan aktivitasku, tiba-tiba saja kamu sudah berdiri dipintu rumahku, dengan senyuman khas yang selalu kulihat setiap kita bertemu.

Jika saja aku sedang sendirian, mungkin tadi aku segera meloncat dan berlari memelukmu hahaha. Entah rasanya aku begitu rindu, sudah berapa lamakah kita tidak berjumpa? Sepertinya belum sampai satu minggu. Ahh sudahlah, mungkin seperti ini rasanya jatuh cinta. Ya, jatuh cinta denganmu rasanya seperti tidak ada habisnya. Sudah hampir 1 tahun, dan rasanya tetap sama. Semoga tetap seperti ini, sampai besok, lusa, sampai rambut hitam kita berubah menjadi putih, bahkan sampai kita tidak mampu lagi bernafas, amin.

Terima kasih obatnya. Tak pernah terbayangkan kamu bisa seperti ini. Bolehkah aku sedikit tertawa? Haha. Rasanya kurang, aku ingin tertawa lepas, boleh ya?? Hahahaa. Bahagia ini sulit dituangkan dalam tulisan. Kamu hebat, kamu selalu berhasil memanjakanku dengan caramu. Dan itulah yang sangat aku suka dari kamu. Kamu bukan pengumbar kata-kata. Kamu bukan penggombal yang baik. Tapi kamu selalu punya kejutan, dengan caramu sendiri.

Advertisement

Maaf 2 hari ini mungkin aku terkesan aneh. Aku sedikit membuatmu pusing dengan kalimat-kalimat bbmku yang mungkin kurang enak didengar. Entah apa yang terjadi 2 hari ini, aku sangat merindukanmu. Dan mungkin rasa rindu itu yang membuatku jadi agak sedikit sensitive jika tidak ada kabar darimu, lalu kemudian membuat pikiranku berfantasi entah kemana.

Terima kasih, Farro. Jika ada satu kata diatas kata cinta, tentu kata itulah yang akan kuucapkan untukmu :’)

Saatnya istirahat, aku tau, kamu mengingatkanku. Mungkin malam ini aku akan mimpi indah. Tentang kamu? Haha, bukan! Aku akan memimpikan berada di satu panggung besar, dengan microphone dalam genggamanku, dan jutaan penonton bersorak ramai dihadapanku. Kemudian saat aku menoleh kebelakang, kulihat ada kamu dibalik susunan tomtom hi-hat dan beberapa cymbal, tersenyum manis kepadaku. Ya senyuman khas itu. Hahaha, tetap saja intinya ada kamu.

Selamat malam, Farro. Sedikit lebay, tapi aku ingin kamu tau betapa aku mencintaimu, tak akan kehabisan akal untuk mencintaimu. Tetaplah menjadi dirimu, tetaplah mencintaiku dengan caramu :’)