Patah hati mungkin tidak akan menjadi hal terbaik dalam hidupmu. Tapi kamu tahu? Ketika patah hati, kamu pasti akan menemukan hal baru yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya.

Kamu jadi bisa jalan-jalan ke tempat baru karena ingin mengusir rasa galau, bahkan jadi rajin ke perpustakaan karena hanya di sana tempat yang paling tenang. Atau paling tidak mencari hal lain yang menurutmu menarik, dan tidak menyerah.

Aku tidak bilang kamu tidak boleh patah hati. Karena patah hati memang sudah sepaket dengan perasaan cinta yang mungkin sedang kau rasakan. Ketika kau mulai menyukai seseorang, menaruh harapan, dan sering berharap, otomatis kau pasti akan merasakan patah hati. Dan waktu itu ku pikir patah hati adalah hal yang paling buruk. Aku menangis seperti anak kecil, tidak napsu makan, aku terus menghela nafas berat, tak berniat melakukan apa-apa, mendengarkan lagu-lagu sedih, dan susah sekali untuk tersenyum.

Di umurku yang ke-21, aku mengalami patah hati yang paling parah. Dia teman satu kerja, kami berteman hampir satu tahun lebih, dan baru menyadari jika kami saling menyukai sehingga kami memutuskan untuk pacaran. Aku sangat menyukainya dan baru ku tahu itu tidak benar.

Setiap awal hubungan tentu sangat menyenangkan. Aku jadi ingin bertemu dengannya setiap hari, dia pun begitu. Suasana kerja sangat membahagiakan pada saat itu. Aku sangat bersemangat melakukan apapun, dan aku tidak pernah terlambat kerja karena dia yang jadi semangatku.

Advertisement

Aku mulai bergantung padanya, selalu ingin dia ada bersamaku, meminta hal yang aneh-aneh, mulai membatasi apa yang sedang ia lakukan, dan yang paling parah aku berusaha mengubahnya menjadi orang lain bukan menerima dia apa adanya.

Awalnya dia bisa menerima, tetapi aku pun salah menyangka jika rasa sayangnya kepadaku tidak sebesar rasa sayangku kepadanya. Dia mulai berubah. Haha, klasik memang. Tentu ia mulai menunjukkan ciri-ciri orang yang ingin berpisah. Dia mulai susah untuk memberi kabar, tidak antusias lagi jika aku mengajaknya jalan-jalan, dan sering marah. Pernah ketika itu dia marah karena merasa terganggu oleh cara makanku yang lama.

Dan dia marah karena aku cuma bertanya kenapa dia tidak suka ikan patin rebus padahal dia sangat menyukai ikan patin goreng. Hal yang sebenarnya tidak perlu jadi alasan seseorang marah, bukan?

Tapi akhirnya ku tahu. Dia mulai bosan. Dan aku tidak sadar kalau aku tidak bisa menerima dia yang apa adanya, aku terlalu banyak menuntut. Ku kira benar dengan apa yang sering ku baca di internet; lelaki berjuang di awal – cuek di akhir, sedangkan perempuan kebalikannya. Aku menangis, memohon maaf padanya, dan menarik-narik tangannya karena tidak ingin melepaskan.

Dia cuma bilang, “Maaf, aku nggak bisa memaksa perasaanku sendiri. Rasanya sudah hilang.”

Dia bilang rasanya sudah hilang; oh, secepat itukah? Apa selama ini hanya aku yang terlalu menaruh harapan terlalu tinggi padanya? Tapi, bukankah dia yang sering membayangkan masa depannya bersamaku? Ah…

Dan yang harus ku beritahu kepada kalian semua; tidak usah sedih jika kalian sedang merasakan patah hati! Semua orang pasti pernah merasakannya. Aku pun begitu, aku mau tidak mau harus bertemu dengan mantan pacar setiap hari di tempat kerja meskipun aku sangat tidak ingin melihat wajahnya; hanya menambah luka. Ya, tapi mau bagaimana lagi tidak ada yang bisa ku ubah, 'kan?

Kalian hanya harus percaya, semuanya sudah ada yang mengatur.

Kita hanya perlu sabar sampai benar-benar ada orang yang mau menerima hal-hal terburuk yang ada di diri kita, yang bahkan kita sendiri sebal dengan sifat-sifat buruk kita. Mungkin dalam hati kecil kita berpikir, “Apa ada orang seperti itu?” Jawabannya "Tentu ada!"

Kita semua diciptakan untuk berbahagia. Jadi berbahagialah! Jangan ciptakan kesedihanmu sendiri. Kamu berharga, jangan pandang dirimu tidak berharga hanya karena laki-laki itu meninggalkanmu. Terus saja perbaiki dirimu, cari kekurangan yang ada di dirimu, perbaiki pelan-pelan.

Dekat-dekatlah dengan orang yang menghargaimu. Jika sudah sampai waktunya, pasti laki-laki yang kau dambakan akan muncul di depan matamu. Entah itu orang lain yang baru pertama kali kau temui, atau bahkan sahabatmu sendiri. Jodoh itu rahasia Tuhan 🙂