Aku mengenalmu bukan pertama kalinya saat kita pacaran, tetapi aku mengenalmu di mana aku sering memanggil mu dengan kata "My Sister". ya kata itu yang sering kali ku ucapkan jika bertemu dengan mu saat kita SMA dulu,, dimana kau dengan kehidupanmu dan aku dengan kehidupan ku.

Dulu waktu aku SMA kau selalu menyemangatiku untuk berani berkenalan dengan teman baik mu, akupun meresponnya dengan baik dan pandangan kepadamu biasa saja seperti seorang saudara tetapi berbeda dengan pandanganku saat melihat teman perempuan mu yang sering kau perbincangkan saat bersama ku, kau selalu memberi suport kepada ku untuk selalu berjuang mempertahankan dia yang kau kenalkan kapadaku,,

Seiring berjalannya waktu semuanya itu berubah di mana kau yang kini ku kenal bukan lagi saudari SMA ku dulu melainkan kau adalah seorang mahasiswi farmasi yang penuh dengan keceriangan.

kita bertemu di saat aku pindah tempat kuliah dimana tempat kuliahku itu kebetulan sekota dengan mu,, aku merasa ada sesuatu yang beda saat pertama kali melihatmu namun itu belum berani aku mengungkapkan isi hatiku karena kau masih bersama dengan orang lain,, dan aku pun sadar saat itu aku masih dengan dia yang lain yang juga pernah bertema baik dengan mu, aku sempat meminta kontak hp mu karena dulu kita berhubungan hanya sebatas facebookan dan juga aku meminta pin BB mu,

Akhirnya aku lebih sering berkomunikasi dengan mu tanpa sadar aku mulai merasakan hal yang lain kepadamu,,, aku sering mengecek status dan hal-hal yang berkaitan dengan mu sampai suatu saat aku melihat statusmu "sigle" di situ aku mulai memberanikan diri untuk mendekati mu, ku ingat sekali kata yang aku ucapkan waktu menebakmu

Advertisement

"apakah masih ada lowongan? kaupun menjawab ada, dan aku membalasnya dengan kalau begitu aku bisah mendaftar? kau menjawab boleh"

dari situlah tanpa berpikir panjang aku mulai memanggilmu degan kata sayang dang kaupun membalasnya denga baik, aku merasa nyaman dengan mu. semenjak itu aku memberanikan diri untuk menjalani hubungan ini dengan serius, semua bentuk keseriusan telah ku lakukan demi menjaga hubungan ini sampai2 aku memperkenalkan diri ku kepada keluargamu dan juga sebaliknya kau kuperkenalkan kepada keluarga ku, namun berjalannya waktu kau yang kusayangi semakin berubah entah karena apa tapi setiap kali aku bertanya kau tidak pernah merespon jawabanku dengan baik, kau selalu berhubungan dengan mantan-mantan pacarmu tanpa sepengetahuanku, tiba saat aku mengetahui semua kelakukan mu kau memintaku untuk memaafkanmu, akupun berusaha berpikir dengan bijak selayaknya orang dewasa, mungkin itu juga bagian dari keselahanku karena sering mengabaikanmu karena Tugasku di perkuliahan yang semakin padat dan menumpuk hingga jarang mengabarkanmu, akhirnya aku memaafkanmu,

tapi bukan keseharian yang baik yang ku dapatkan darimu, hari-hari ku bersama mu semakin kacau kau kembali berulah dengan sifatmu yang terlalu berlebihan menggunakan perasaan sehingga kau melupakan aku hanya karena dia (mantan pacarmu) yang sering berhubungan denganmu, tapi bukan hanya itu yang kusesali tetapi dimana saat aku bersamamu teganya kau sempat teleponan dengan mantan pacarmu itu membuat ku tidak bisah menerima dirimu lagi,, kau datang dengan semua tangisan dan kata maafmu kepada ku, aku berusaha untuk tidak menanggapinya tapi kau terus memohon dan akupun mulai luluh kepadamu karena begitu besar kasih sayangku kepada mu karena menurutku tidak ada salahnya untuk memaafkan mu untuk kedua kalinya karena menurutku apa salahnya untuk mencoba mungkin dengan ini kau bisah menyadari betapa besarnya rasa cintaku ini untukmu,

Tiba dimana saatnya aku menunjukan kesetian ku kepadamu dengan membawa keluarga ku bertemu dengan keluargamu untuk membicarakan tingkat kelanjutan dari hubugan kita ini akhir kata kita pun bertunangan di mana ku ingat aku juga mengajak dua orang teman dekatku sebagai saksi dari acara pertunanganku itu, hubungan kita semakin erat begitu juga hubungan keluarga kita kau sering datang ke rumahku dan juga sebaliknya aku sering berkunjung kerumah mu. Tapi semua itu hanya sebatas mimpi indah yang ku rasakan,, kau kembali berulah dengan sifat yang dulu, hanya karena aku yang masih melanjutkan kuliahku di kota yang berbeda dan kau berani mengatakan putus pada ku dengan alasan kita sudah tidak sepaham tetapi yang ku tau dari teman dekatku kau sedang bersama dengan orang lain,, aku yang begitu menyangimu berusaha mencari jalan terbaik agar semuanya kembali baik tapi kau malah bertekat untuk meninggalkan ku,

kini ku sadari mungkin ini jalan terbaik untuk kita kau yang ku sayangi memang harus ku lepaskan,

kini aku berkomitmen untuk tidak memaafkanmu lagi dan itu sudah ku lakukakn hingga saat ini, kau kembali mengakui kesalahanmu namun semua itu sudah terlambat bahwa aku tidak pernah mau menerimamu lagi walupun itu berlainan dengan perasaanku,,

Dan yang sangat ku sesali di saat