Pacar memang bisa dibilang belum tentu untuk menjadi pasangan di pelaminan. Tapi dengan adanya pacarlah keseharian kita sangat terlibat dengannya. Mulai dari bertemu, komunikasi melalui handphone maupun media sosial, dan bahkan untuk bercerita tentang apa yang kita alami atau hal lainnya bahkan mengungkapkan kalau kita sakit cenderung ke pasangan kita.

Jika memang kita bahagia bersamanya seakan memang dunia milik berdua dan yang lainnya ngontrak, candaan yang kadang terucap. Tapi memang tak dapat dipungkiri akan hal itu. Dan memang seorang pacar kadang menyita waktu kita dalam kesetiap harian terlebih bagi yang merantau dan jauh dari keluarga tetapi dekat dengan sang pacar.

Kadang saya menjumpai pasangan ketika berboncengan menggunakan motor, memeluk begitu eratnya. Tapi jarang bahkan sepertinya tidak ada anak yang memeluk begitu eratnya kepada salah satu orang tua mereka ketika berboncengan dengan beliau di usia remaja dan/atau pemuda. Malu? Mungkin.

Tidak hanya itu, kerap kita lihat di tempat tongkrongan yang diajak bukanlah orang tua kita tetapi pacar dan mungkin juga teman-teman kita. Terlebih untuk mengtraktir di suatu tempat. Uang dari mana? Kenapa bukan orang tua kita? Mungkin ada saatnya. Tapi lebih sering mana?

Saya menulis seperti ini bukan berarti bahwa saya tidak pernah seperti itu, saya pernah dan saya merasakannya.

Advertisement

Itulah sebabnya saya menulis ini. Setiap saya punya pacar selalu saya kenalkan kepada keluarga saya. Karena saya tinggal jauh dari orang tua maka kadang saya mengenalkan pacar saya, ya setidaknya ketika orang tua saya pulang dan bertepatan saya punya pacar saya kenalkan tetapi karena saya tinggal dengan nenek saya maka kepada beliaulah saya memperkenalkan pacar saya.

Keuntungannya sih banyak (lebih kepada bukan yang LDR), seperti:

1. Ketika pergi keluar rumah dan bahkan sampai malam orang rumah tidak kahwatir mengenai keamanan.

2. Ketika mempunyai tugas kuliah walaupun orang rumah tidak bisa membantu tetapi orang rumah yakin bahwa pacar kita pasti membantu.

3. Ketika kita undang untuk silaturahmi ke rumah suasana sudah berbeda daripada kita dikunjungi oleh teman.

4. Kita dibantu untuk memantau agar pacar kita tidak selingkuh dan dibawa ke rumah.

5. Walaupun baru pacaran tetapi juga menambah keluarga, asalkan ketika memang harus putus ya tetap menjalin hubungan yang baik.

6. Karena keluarga sudah mengenal jadi tidak begitu sungkan untuk meminta bantuan untuk mambantu ketika ada acara di rumah.

7. Membantu untuk menilai apakah pacar kita pantas buat kita atau tidak.

8. Ketika terjadi sesuatu hal pada kita, dengan mudah untuk mencari terlebih jika satu daerah. (tetapi jangan sampai terjadi yaa)

Jadi terbukalah kepada orang tua dan kenalkanlah dia. 🙂