Dear lelaki yang pernah singgah dalam kehidupan di masa lalu, apa kabarmu dengan wanita yang kau pilih untuk dinikahi??

Sepenggal sapaan yang hanya berani kutulis disini, tak kan terucap di bibir ataupun ku tulis dalam chat denganmu karena sejak perpisahan kita terdahulu aku memilih untuk pergi dari kehidupanmu dan tak ingin mengetahui kabarmu. Meskipun kadang temanku juga temanmu tak sengaja bercerita padaku pernah bertemu denganmu atau melihat postingan di sosmedmu..

Sesekali luka yang kau tinggalkan sejak permainanmu dengan wanita-wanita lain saat masih denganku yang tiap kali kumaafkan ataupun semenjak kita berpisah sampai kau putuskan untuk menikahi wanita lain masih sedikit membekas, kehidupanku berangsur lebih baik dari cerita terdahulu.

Cukup satu tahun masa untuk melupakan dan perlahan membiasakan diri untuk tak mempunyai rasa apa-apa padamu.

Perlu ribuan kilo jarak dan puluhan tempat kusinggahi untuk menyembuhkan luka ini. Tak apa, karena berbagai tempat yang dulu kita singgahi bersama kini telah kudatangi kembali dalam kesendirian yang menguatkanku. Sekarang aku bahagia dengan pilihanku untuk terus menjelajah tempat baru. Dahulu yang awalnya sebagai tempat pelarianku kini menjadi pilihan hidupku, bertemu banyak orang baru, bisa berbagi dan membantu orang lain, menemukan sahabat dan keluarga baru adalah bonus tak terduga yang sangat istimewa, mengajarkanku bahwa hidup adalah pilihan sederhana untuk bahagia. Hal yang tak akan terwujud jika aku masih bersamamu.

Advertisement

Aku masih ingat betapa tidak sukanya dirimu tentang pilihanku yang suka menjelajah, bagimu pilihanku adalah hal buruk yang tak berguna.

Terimakasih untuk meninggalkanku saat dulu aku baru saja ingin mewujudkan anganku..

"Rindu ini bukan tentangmu..tapi tentang siapa sosok yang akan mengisi kisah cerita baru denganku"

Kini, setelah semua keadaan menjadi baik, sesekali memang aku masih memikirkanmu walaupun itu hanya sesaat. Tapi ingatkan dirimu, untuk tak menghubungiku walaupun hanya menekan tombol 'like' di instagramku.. Ingat, ada wanita yang sudah kau sanding di sampingmu dan kamu tak perlu khawatir tentang kesendirianku semenjak kau tinggalkan. Karena aku sangat bahagia dengan hari-hariku 🙂

"Bahagia itu kita yang memilih dan menciptakan..bukan orang lain"

Aku hanya perlu waktu untuk memiliki pengganti dirimu, melanjutkan kisah baru dengan menikmati kesendirian yang teramat jauh dari pilu. Meskipun sangat lelah menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari keluarga dan teman yang tak kunjung henti-hentinya, aku masih sabar menanti orang yang tepat di waktu yang tepat pula. Karena Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya terbaik dengan rencana yang tak bisa ditebak 🙂

"Meninggalkan atau ditinggalkan adalah pilihan untuk menjadi siapa dan mengapa yang menorehkan luka, keduanya tak ada yang lebih hebat, sama-sama menggores lara"