Dengan peluh aku bersimpuh rapuh membungkam ditengah gaduh. Dalam getir dawai kisah piluku karena kamu berlalu. Jutaan kata-kata nyinyir membanjiri derap langkah gontaiku. Apa dayaku, bila ribuan hari yang kita lewati tak lantas membawaku pada gerbang altar pernikahan yang aku mau. Kamu pergi, setelah membuat aku yakin untuk membawamu masuk ditengah keluarga. Membuatmu diterima mereka semua. Dengan manis menjanjikanku pernikahan yang tak akan usai meski ditelan jutaan pencobaan.

Tak bisakah kalian memahami, gagalku sudah cukup membuatku jatuh tersungkur dalam luka yang mungkin tak akan pernah sembuh. Kumohon, berhentilah menjadikan kami topik terhangat untuk kalian perbincangkan. Dan kamu, terimakasih karena sudah meludahi wajah kedua orang tuaku dengan kepergianmu. Terimakasih karena sudah membuatku menghadapi tamu undangan sendirian. Terimakasih, karena sudah membuatku terbang melayang dalam alunan harapan kebahagiaan, kemudian menghempaskanku jatuh kedasar jurang yang paling dalam.

Entah siapa wanita yang ada dibalik kehancuran hubungan kita. Aku berharap nanti dia akan membayar lunas ini semua. Pergilah, aku tak akan mencegah. Aku yakin ini bukan akhir dari segalanya. Aku yakin Tuhan selalu punya cara indah untuk mengakhiri airmata. Aku yakin, Tuhan berpihak pada setiap hati yang dipatahkan begitu saja.

Aku akan membawa apa yang telah terjadi padaku hari ini. Agar kelak aku bisa tersenyum saat bahagia menjemputku keluar dari kejatuhan yang tak terelakan. Dan untuk mama papa yang tertunduk malu tanpa bisa menjawab pertanyaan mereka. Tersenyum dan berbahagialah. Karena putrimu telah lepas dari cinta yang salah tepat pada waktunya.

Jangan tanya bagaimana perasaanku atau bagaimana aku menjalani hidup setelah ini. Karena sungguh, tak ada satupun hati yang tak terluka bila ditinggal begitu saja. Tapi aku akan tetap menjalani hidupku tanpa pernah lagi melihat kebelakang. Jadi berhentilah menangis. Ini bukan sebuah perjanjian yang kita lakukan pada siapapun. Tak ada yang berhak menghakimi kita bila pernikahan putrimu tak kunjung kalian terima.

Advertisement

Bersabar sajalah, Karena penguasa semesta lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Dan percayalah, Putrimu ini, sekalipun terluka aku pasti akan tetap baik-baik saja. Tak apa bila mungkin setelah ini aku akan menghabiskan malamku dengan airmata. Tapi aku yakin ini tak akan selamanya. Ijinkan aku berbenah diri dan hati. Jangan lagi menuntutku sesegera mungkin membawakan kalian calon menantu. Kalau memang waktuku sudah tiba, tanpa perlu mencari, yang sudah dipilih Tuhan pasti akan saling dipertemukan.

Kini biarkan aku menjalani hidupku dengan lega. Tanpa perlu terbeban lagi dengan perihal kapan atau dengan siapa. Suatu hari nanti akan kutukar rasa kecewa dan malu kalian dengan airmata bahagia. Berhentilah mengkhawatirkan masa depan. Karena kita punya Tuhan yang tak akan main-main dengan harapan. Jadi bersabarlah dan tunggu saja. Aku pasti melunasi hutangku untuk membahagiakan kalian.

Ini bukan perkara sekarang atau nanti. Tapi ini tentang ku temukan dia yang tak akan datang untuk mengurai cerita yang sama seperti sebelumnnya. Tak ada hal baik yang bisa dengan mudah ditemukan begitu saja bukan?. Jadi, beri aku waktu. Kupastikan pada kalian, bahagiaku tak akan pernah ditukar Tuhan. Mungkin saja aku hanya belum sampai ditempat perhentian. Nanti, bila sudah kudapatkan. Dua nama yang sejak awal memang akan disatukan. Pasti akan mendapati pertemuan tanpa pernah sepakat untuk saling melepaskan.