Wajah itu tidak lagi sama. Jika kamu mengatakan wajah yang sama yang membenamkanmu dalam romantisme mendalam dan sekaligus menggoreskan luka yang tak pernah akan bisa sembuh bahkan oleh waktu.

Aku katakan itu bukan wajahnya dan aku katakan itu wajah yang sama sekali berbeda. Mengapa? Mungkin kamu akan bertanya. Iya, karena itu masa lalu dan kita tidak lagi tinggal di sana yang disebut masa lalu.

Memberi kesempatan seseorang untuk berubah dengan tidak mengungkit masa lalu itu perlu. Karena perlu kita sadari, semua orang memiliki masa lalu.

Mungkin kamu sangat kecewa dengan keputusannya yang memilih jalan berbeda dari kamu. Tapi tidak sejalan denganmu bukan berarti tersesat. Juga pilihannya untuk pergi darimu mungkin sangat membuatmu terluka.

Bagaimana tidak terluka jika orang tercinta memilih pergi dari kita? Tapi memilih pergi darimu bukan berarti jahat. Jika untuk mencintai tidak memerlukan alasan apapun, sama halnya dengan pergi pun seharusnya kamu tidak menanyakan alasannya.

Advertisement

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada satu waktu dipertemukan pasti ada waktu lain yang memisahkan.

Meskipun paham akan hal ini hati tetap mengatakan bahwa tidak ada yang indah dari sebuah perpisahan. Hati dan perasaan terus saja meratapi adanya perpisahan dan terus saja mengatakan belum cukup waktuku menikmati kebersamaan ini hingga harus menahan luka dalam karena perpisahan.

Mungkin kamu mengatakan betapa jahatnya, betapa kejamnya, cinta yang ditopang dengan beribu kesetiaan yang kamu persembahkan harus diakhiri. Tapi bila jodoh itu adalah ketetapan Tuhan, hati akan merasakan sesuatu yang tepat yang hanya datang di saat yang tepat.

Tak peduli siapa yang lebih lama dekat, tak peduli seberapa kita menginginkan untuk bertahan, tak peduli seberapa kita setia. Apabila kamu mau sedikit saja merenungi akan hal itu, siapakah yang jahat dan siapakah yang kejam sesungguhnya.

Aku, kamu, dia mereka telah memiliki jalan scenario yang berbeda–beda yang telah ditentukan. Pilihan menjadi baik boleh jadi dianggap kejam oleh yang lainnya.

Untuk kamu, aku dan semua yang pernah terluka karena perpisahan. Semoga hati yang lapang selalu menjadi milik kita semua. Semoga kebahagiaan yang telah diperoleh dapat dipertahankan dengan hati damai penuh penerimaan.