Ini saatnya untuk bangkit. Bangkit dari segala keterpurukan yg telah terjadi. Aku telah menghabiskan banyak bahkan sangat banyak waktu untuk melupakanmu. Telah menghabiskan banyak waktu untuk menangisi mu. Dan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan alasan yang tidak jelas yang kamu berikan untuk meninggalkanku.

Hmm.. Aku kira kamu hebat dalam membuat orang jatuh cinta pada dirimu. Ternyata kamu lebih hebat dalam hal mematahkan hatinya. Aku bahagia. Aku bahagia bisa mengenalmu. Tapi aku lebih bahagia bisa untuk melupakanmu. Melupakan kenangan yang kau berikan kepadaku.

Aku bangga.

Aku bangga bisa menghilangkan rasa cintaku pada dirimu. Walaupun itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Tapi proses tidak pernah menghianati hasilnya, kan? Membiarkan mu pergi memang adalah hal yang menyakitkan. Tapi bukankah membiarkanmu bertahan namun tidak memiliki rasa itu lebih menyakitkan? Awalnya memang baik-baik saja. Kau datang dihidupku dengan cara yang berbeda.

Hal itulah yg membuatku jatuh cinta padamu. Sebelum akhirnya kau pergi dengan cara yang berbeda pula. Meninggalkan tanpa alasan yang jelas. Bukan itu menyakitkan? Haha kamu tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana perasaanku saat tau kamu pergi bersama orang lain. Kamu tidak akan pernah tau seberapa banyak air mata yang kukeluarkan hanya untuk dirimu.

Advertisement

Saat aku bertemu denganmu, di manapun itu, ingin rasanya menyapamu.

Tapi kukira itu adalah hal yang salah. Seolah tidak terjadi apa-apa padahal semuanya sangat menyakitkan. Memang aneh. Saat hatiku masih menginginkanmu padahal kamu telah mematahkannya dengan sepatah mungkin. Sekarang, hatiku yang telah kamu patahkan kurasa telah membaik. Aku sudah tidak pernah mengeluarkan air mata untukmu. Sudah tidak pernah lagi berpikir mengapa kamu meninggalkanku dengan alasan yang tidak jelas. Kurasa, itu hanya sia-sia.

Tak perlu kembali.

Tak perlu mengganggu hidupku lagi. Aku sudah tidak peduli. Aku sudah terbiasa. Terbiasa tanpa dirimu. Karena aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang. Bahagia dengan hidupku tanpa melibatkan dirimu. Terimakasih atas segala pelajaran yang secara diam-diam kamu berikan padaku. Pelajaran agar dapat memaafkan orang dengan seikhlas mungkin agar tidak membebani hidupku kedepannya. Semoga bahagia.