Ini tentang hati yang masih mencintai. Tentang kau yang dahulu ada disisi kini telah pergi. Tak mudah memang melupakan, tapi aku pun tak mungkin harus bertahan.

Aku yakin terkdaang tuhan pun bosan mendengar keluh kesahku tentangmu. Aku masih mencintaimu walau ku tahu kau telah bersama dengan yang lain. Tuhan telah memberikan beberapa pilihan sebagai pengobat hatiku saat ini. Namun namamu masih tersimpan jauh dilubuk hati dan kau lah yang masih mengisi.

Ingin sekali aku berteriak “Aku membencimu”, tapi batinkupun akan membangkang dan berteriak “aku pun mencintaimu”. Bagaimana bisa membuat perasaan dan logika tak sejalan. Katanya cinta itu sederhana, tapi mengapa ini semua begitu sangat rumit?

Sedih sekali rasanya bukan aku yang berada disampingmu saat ini. Mimpi-mimpi yang dahulu kita bangun lenyap sudah. Kau memang mengkhianati, tapi kau pun pernah membahagiakan diri. Rasanya aku muak terhadap diriku sendiri. Mengapa kau yang menyakiti malah membuatku begitu mencintai. Adilkah tuhan posisiku ini?

Setiap kali ku berjalan ketempat yang pernah kita lalui dulu kenangan tentangmu masih saja ada dipelupuk mata. Kala mata terpejam bukan membuat semuanya menjadi gelap. Melainkan kamu akan semakin mendekat. Aku masih ingat semua tentangmu. Dan Aku masih mengetahui segala sisi dihidupmu. Lantas, Apa kau kini merindukanku Seperti aku yang tak pernah absen merindukanmu?

Advertisement

Orang selalu berkata lupakan. Tapi hal itu tak semudah kenyataan. Kau memang pernah menyakiti, tapi dahulu kaupun mencintai. Logika berkata lupakan, tapi hati slalu berusaha bertahan. Entah gimanapun nantinya kita, kuharap Tuhan dapat mengabulkan doa yang kupinta.