Seperti pagi yang lalu aku menggendong tas dan beranjak pergi meninggalkan tempat kost mungilku. Tak ada yang baru hari ini. Semangatku begitu-begitu saja. Tidak begitu kentara apa yang sedang ku pikirkan. Sedih atau senang, ah tidak juga.Langkahku tak terlalu cepat, entah ingin menikmati suasana hari ini atau masih bingung dengan apa yang terjadi.

Jalan tak cukup panjang, beberapa meter di depanku gerbang kampus. Ah iya, ku sudahi ketidak jelasan pikiranku dan lekas ku pasang senyum lebar sembari menyapa setiap orang yang ku kenal. "Pagi cantik, semangat banget pagi ini?" sapaku kepada salah seorang teman kelasku. "Pagi juga Ran, hari ini gue seneng robot gue semalem udah bisa jalan. Punya lu apa kabar?", celetuknya. "Siap, enggak kalah kok sama punya lu haha..", jawabku. "Enggak salah lagi lu emang top banget dah. ..",sahutnya. Obrolan kami berlanjut hingga depan pintu kelas.

"Selamat pagi Randy, pagi ini gue baca tulisan lu di koran kampus. Gila parah lu Ran, nangis gue bacanya. Kok bisa gitu Ran?",sambut ,Agni, teman yang selalu berfikir bahwa aku berkepribadian ganda. Pagi menjadi mahasiswa teknik dan malam menjadi sastrawan. Ah gelar macam apa itu, tidak jelas aku di bagian yang mana.

Tempat duduk favorit, baris nomor dua di sebelah jendela. Mata kuliah pagi ini cacing-cacing integral. Oke Randy pagi ini kamu seorang mahasiswa teknik. Fokus dan nikmati meski semuanya masih remang-remang. Batinku menasehati, saat-saat seperti ini lah seorang Randy mulai bertopeng.

Salah jurusan,Bang? Tak terlalu ku pusingkan istilah orang-orang itu. Bagiku siapapun dan apapun yang ku jalani hari ini hanya menuntut keikhlasan. Bahagi pun tak ku cari, tapi ku ciptakan.

Advertisement

Begitu seterusnya sugesti itu ku tanamkan. Sebagaimana mestinya, belajar di kelas pun coba ku nikmati dan perhatianku hanya untuk ilmu baru itu. Aku yakin tidak ada yang sia-sia, meski nilai-nilaiku tak lebih menonjol dari yang lain. Setidaknya aku tidak kalah dari orang-orang yang benar-benar sepenuh hati.

Jadi kau tak sepenuh hati Ran?

Entah lah, aku hanya menikmati karunia Tuhan. Apa yang ku terima sebisa mungkin ku jalani, mungkin ini yang terbaik.

Jam kuliah telah usai. Sore ini seperti biasa, dengan profesional tugas-tugas kuliah ku selsaikan satu persatu. Aku sadar 24 jam itu terlalu singkat. Apa lagi untukku yang sedikit berbeda dengan yang lain.

Nice , selesai sudah Randy. Saatnya melepas topeng. Malam ini kopi masih setia, alunan musik jazz dan barisan kalimat yang bertambah seiring kedipan kursor di layar laptop. Kujalani kembali kehidupanku sebagai penulis.

Sadarlah kawan, tak ada gunanya memupuk ego dalam hidup, yang ada hanya pusing dan ketidak mampuanmu yang akan muncul. Aku bertopeng, mungkin iya. Tapi apakah salah?

Nikmat bukan main jika aku lulus bergelar sarjana teknik dan mungkin saja menjad penulis besar. Tuhan lewat skenarionya mengajarkan bahwa usaha tidak akan membohongi hasil. Saat ku dapatkan keduanya kenapa tidak? Aku bertopeng bukan berarti aku munafik, aku hanya berusa untuk berdamai dengan keadaan.

Selamat malam kawan , doakan ,Randy, temanmu ini tak bertopeng dan menemukan dirinya sendiri. Terimakasih, selamat beristirahat, hari esok menunggumu :D.

Berdamailah dengan keadaan dan percayalah bahagia akan datang menghampirimu ^_^