Ya Tuhan, aku lelah dengan semua ini, jika dia bukan jodohku segeralah pertemukan aku dan dia dengan yang lain, namun jika dia jodohku kuatkanlah kami menerima cobaan ini.

Aku lelah, sekali lagi aku mengatakannya, aku benar-benar lelah. Sampai saat ini, nasib kami masih sama, terlunta oleh uluran waktu dan ketidakpastian. Entah sampai kapan, ujung kekhawatiran ini berakhir. Aku tahu ini akan berhenti ketika ada seseorang yang benar-benar pas seperti yang telah dikisahkan oleh dongeng orang-orang beruntung. Orang-orang yang mendapatkan pasangan dengan penghasilan tiada tara, hidup mewah tanpa susah-susah bekerja, baju sudah ada yang nyetrika dan makanan sudah siap sedia, rumah apalagi, ia sudah terhampar indah di depan mata.

Siapa yang tak tergiur mendengar kisah seperti alunan gendang yang berdendang ditelinga, membius harapan dan angan terlaksana akan nasib mujur sedekimian rupa. Tak tahu, waktu terulur, waktu tak lagi mendesak, ia kalah dengan kehendak orang tua yang begitu leluasa, harapan indah untuk kebahagiaan putrinya. Aku tak tahu takdir Tuhan tentangku bagaimana, apakah harapan itu akan menjadi nyata atau hanya angan semata, sehingga waktuku terbuang dalam penantian sia-sia.

Disini aku hanya mampu berdo’a, meminta pada Sang Pencipta Semesta Raya, agar Ia segera memberikan kepastian takdir tentang suratannya, akankah kami ditakdirkan berpisah ataukah bersama.