Perjalanan cinta yang aku jalani selama ini tidak semulus jalan yang baru diaspal dan tidak selancar jalan tol. Tapi perjalanan cinta yang aku alami berliku-liku tak menentu dan akhirnya kini telah kutemui jalan buntu.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Karena selama ini akulah yang harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan. Kenyataan bahwa aku dikhianati oleh orang yang aku cintai (lagi).

Selama ini sering kali aku mencintai namun akhirnya harus patah hati lagi. Karena bukan hanya sekali atau dua kali, tapi sudah beberapa kali aku percayakan hati ini pada seseorang yang aku cintai namun akhirnya aku harus terluka lagi karena dikhianati. Apakah ini semua sudah menjadi takdir yang harus aku jalani? Sebelum akhirnya aku menemukan cinta yang sejati.

Timbul pertanyaan di hati, apakah diri ini memang tak pantas untuk dicintai? Ataukah memang banyak sekali kekurangan pada diri ini, sehingga membuat orang yang aku cintai pindah ke lain hati? Jika memang benar demikian, biarlah untuk saat ini aku sendiri. Bukan berarti aku takkan mencinta lagi, tapi aku ingin intropeksi diri.

Kali ini aku akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku akan mencoba untuk terus memperbaiki apa yang salah dan kurang pada diri ini. Dan aku akan terus mencoba untuk terus memantaskan diri, sehingga kelak diri ini layak untuk di cintai oleh seseorang yang memang sudah di takdirkan untuk diri ini. Aku tahu ini semua tidaklah mudah, tapi selama aku yakin dengan kuasa Tuhan aku pasti bisa melakukannya. Meskipun itu membutuhkan waktu yang lama, aku akan sabar menjalaninya.

Advertisement

Sepintar dan sehebat-hebatnya orang adalah dia yang bisa belajar dari masa lalu

Belajar dari kegagalan di masa lalu yang aku alami, kali ini aku tidak akan gegabah dalam menjatuhkan hati. Aku pastikan sakit hati yang aku rasakan saat ini adalah sakit hati terakhir yang akan aku rasakan. Karena sudah cukup bagiku goresan luka di masa lalu, kini tiba waktuku untuk membuka lembaran kisah yang baru. Tentunya bukan sebuah kisah yang penuh luka dan air mata, tetapi sebuah kisah yang dipenuhi senyum dan tawa.

“Tuhan, kali ini aku mohon padamu, jatuhkanlah hatiku pada dia, pemilik tulang rusuk ini”

Kalimat ini bukan hanya sekedar doa, tapi juga sebagai bentuk permintaan, keinginan dan juga harapan bagiku. Karena aku sudah tidak ingin lagi terjatuh di lubang yang sama. Yaitu jatuh ke lubang yang penuh luka dan air mata.

Aku yakin dan percaya bahwa Engkau pasti akan mengabulkan setiap doa yang aku ucapkan. Walaupun tidak datang di waktu yang aku harapkan, tapi aku percaya rencana-Mu pasti lebih indah dari apa yang aku bayangkan.

Jadi aku akan sabar menunggu, menunggu sampai Engkau mengirimkan seorang bidadari untuk melengkapi hidupku. Meski membutuhkan waktu yang lama, aku akan sabar menjalaninya. Karena aku percaya, jodoh pasti datang tepat pada waktunya.