Perbedaan dalam sebuah hubungan memang menjadi hal yang biasa bahkan tak sedikit yang menganggap bahwa perbedaan merupakan bumbu pemanis yang dapat membuat pasangan dapat saling melengkapi satu dengan yang lain.

Tapiii . .

Ini menyangkut soal keyakinan, bukan lagi soal antara kamu suka kambing dan aku suka ayam, bukan lagi soal kamu egois dan aku yang hobi ngalah. Cara doa kita berbeda, aku menengadahkan tangan dengan posisi meminta dan kamu menggenggam tangan dengan posisi menutup mata.

Tak mungkin perbedaan prinsip kita dapat dipersatukan, tak mungkin cinta kita dapat membuat kamu mengikuti jalanku, begitupun sebaliknya. Ada banyak hal yang patut dipertimbangkan, ada keluarga yang harus dihadapi, dan yang paling penting ada murka Tuhan ketika kita memaksakan sesuatu yang salah untuk dipertemukan dalam satu jalan.

Inilah perbedaan terberat dalam hidupku, ku putuskan untuk berhenti, jalan kita terbelah antara kanan dan kiri, ucapan selamat tinggal menjadi bukti bahwa Tuhan jauh menjadi prioritas kita.

Percayalah jalan yang berbeda akan mempertemukan kita dengan orang yang tepat dipersimpangan jalan.