Tuhan, menganugrahkan hati setiap manusia dengan rasa cinta, baik terhadap orang tua, saudara, sahabat maupun lawan jenis. Cinta adalah anugrah terindah dari Tuhan, aku tidak bisa memilih pada siapa aku harus jatuh cinta. Rasa itu tiba-tiba muncul dan berbeda dari biasanya, ada sesuatu yang lebih dalam dan lebih tulus untuk kamu.

Awalnya aku tidak mengerti, tapi semakin lama hatiku semakin bergetar saat kita bertemu. Tidak…ini tidak biasa, tidak seperti yang aku rasakan pada teman-teman lelakiku yang lain. Ini rasa yang jelas berbeda seperti coklat dan strawberry.

Tapi aku tahu, walaupun kita bersama pada akhirnya kita hanya akan saling tersakiti. Aku memang bukan Tuhan yang bisa meramalkan masa depan. Tapi aku tahu ada perbedaan yang membuat kita tidak akan pernah berujung, perbedaan itu adalah ”keyakinan”. Aku tahu Tuhan memang satu hanya cara kita untuk meyakini Tuhan yang berbeda. Aku dengan keyakinanku, kamu dengan keyakinanmu dan keyakinan bukanlah hal yang mudah untuk dipertaruhkan.

Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk terus memendam perasaan ini, perasaan yang sudah terlajur hadir dalam hatiku. Tapi aku pikir, lebih baik sakit sekarang karena memendam rasa ini daripada suatu saat nanti ketika cinta ini sudah tumbuh terlalu dalam, rasanya akan jauh lebih sakit.

Maaf…aku harus menyerah bahkan sebelum kita memulai, menjaga jarak denganmu adalah keputusan terbaik untuk mencegah perasaan ini tumbuh semakin dalam.

Advertisement

Maaf jika kamu harus terluka karena itu, tapi percayalah semua itu juga tidak mudah bagiku. Aku tahu bahwa karena sikap dinginku kau kecewa mungkin benci tapi mungkin kau tidak pernah tahu, aku sering memandangmu dari kejauhan dan melihatmu tertawa. Melihat kamu bahagia dan baik-baik saja itu sudah cukup bagiku.

Terkadang aku menyesali keputusanku saat itu, tidak berani mencoba dan membiarkan laki-laki sebaik kamu tersia-siakan, yang selalu menganggap aku paling istimewa dimatanya. Tapi akhirnya aku mengerti bahwa Kamu tidak mungkin menghianati cintamu terhadap Tuhanmu dan begitupun dengan aku.

Cinta itu hanya sebatas hubungan personal antara manusia dan manusia antara hati aku dan hati kamu, tapi keyakinan adalah cinta antara manusia dengan Tuhannya , meski terkadang aku sering bertanya-tanya “kenapa kita harus berbeda?”

Mungkin aku terlalu jahat dengan keputusanku untuk mengubur perasaanku hingga mati, untuk mengorbankan perasaan yang pernah kita miliki. Tapi, aku bersyukur bahwa apa yang telah aku korbankan tidak sia-sia. Sekarang aku senang melihat kamu bahagia bersamanya tanpa kamu harus mengorbankan apapun, termasuk keyakinanmu.

Percayalah sampai saat ini kamu masih menjadi laki-laki terbaik yang pernah ada dalam kehidupan aku. Kamu akan selalu punya tempat khusus dihati ini.

Tuhan memang tidak menulis kisah cinta kita dengan indah, tapi Tuhan menulis dengan indah untuk kisah kita yang lain. Tuhan tidak mentakdirkan kita untuk saling mencintai sebagai sepasang kekasih, Tuhan hanya menganugrahi kita cinta sebagai teman.