Dear Tuhan,

Maaf jika aku selalu megeluh padamu, selalu datang dan menangis saatku terpuruk. Maafkan aku dengan sikapku padaMu ini, Tuhan. Aku tau aku salah, aku tau aku sering mempermaikanmu. Tapi apakah ini yang harus aku terima dariMu Tuhan?

Aku bingung dengan ketentuanmu ini. Apakah benar ia pemilik tulang rusuk yang telah kujaga selama ini?

Berkali-kali aku memohon kepadamu agar jangan jatuhkan hati ini pada orang yang mudah memecahkannya. Tapi kenapa kau jatuhkan hati ini padanya. Aku sudah berkali-kali memohon agar Kau mempertemukan aku dengan dia yang sesungguhnya, tapi kenapa Kau harus mengujiku dengan kedatangannya? Orang yang datang dan pergi sesuka hatinya dalam hidupku. Aku ini bukan bali yang bisa digunakan untuk rekreasi. Aku ini rumah tempatnya menemukan kehangatan, bukan cuma untuk singgah dan pergi seperti bandara.

Tapi karnanya aku merasa sangat bahagia, merasa dicintai oleh orang lain selain keluarga dan pastinya Kau. Tapi kenapa dia membuat aku seperti bandara baginya? Kenapa Tuhan? Apakah ini ujian dariMu karna sikapku padaMu? Apa Kau hanya ingin menguji kesetiaanku padaMu,Tuhan?

Advertisement

Sehingga kau datangkan dia dalam hidupku? Aku sangat mencintaimu Tuhan. Tapi aku benar-benar butuh seseorang yang layak menurutmu untuk dapat menjagaku hingga aku kembali kepelukanMu. Seseorang yang selama ini tidak ku kenal, namun dia rela merelakan tulang rusuknya untukku, untuk ku jaga selama ini. Bukan seseorang yang kau hadirkan untuk memberikan harapan-harapan dan khayalan-khayalan semu dalam hidupku.

Ku mohon Tuhan, hadirkan dia yang layak untuk aku cintai dan hilangkan rasa cinta ini pada yang tidak berhak. Aku sungguh rindu padanya, aku rindu pada pemilik rusuk ini. Aku rindu ingin mengatakan padanya agar tak pergi lagi dan aku rindu untuk mengatakan padanya agar tetap disini hingga Kau yang memisahkan kami. Namun jika nanti Kau pertemukan aku, aku akan memarahinya. Memarahi karna ia telah membuatku menunggu lama, memarahinya karna telah membuatku mengenal pada seseorang yang hanya bisa mempermainkan hatiku hingga membuatku menangis, memarahinya karna telah membuatku berburuksangka padamu. Tapi aku akan memeluknya karna telah hadir walaupun telah membuatku menunggu.

Tuhan, ku mohon melalui surat ini aku sampaikan rinduku padanya melaluiMu. Tolong sampaikan padanya untuk segera menemuiku, aku telah rindu padanya. Aku tak ingin menagis lagi Tuhan. Aku tak ingin berharap pada dia yang salah, dia yang hanya bisamemberiku harpan semu. Karna hanya engkau yang tau dimana keberadaannya kini. Dan aku mohon padamu jangan berikan harapan semu padaku.

Aku lelah Tuhan.

Your servant