Hari ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita peluncuran 11 desain baru uang rupiah tahun emisi 2016 oleh BI. Ada 7 desain baru untuk uang kertas dan 4 desain uang logam, total 11 desain baru yang dikeluarkan oleh BI. 7 uang kertas yang mendapatkan desain baru adalah Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000. Sedangkan 4 uang logam yang mendapat desain baru adalah Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

Beragam komentar pun bermunculan dari netizen. Ada yang mengatakan lucu, seperti uang monopoli, seperti mata uang Yuan, desainnya lebih bagus dan lainnya. Namun, rasanya saya kembali berpikir apakah kelucuan uang ini akan bertahan lama di tangan-tangan genit masyarakat Indonesia? Apalagi di tangan ABG labil yang ganas dan mudah sekali menodai. #apaini

Sikap menghargai masyarakat Indonesia terhadap uang bisa dibilang masih rendah. Berbeda dengan masyarakat luar negeri sana. Seperti AS, yang bisa dibilang selecek-leceknya uang di sana, tidak separah uang di Indonesia. Ada yang menyebutkan, masyarakat yang paling menghargai uang negaranya ada pada negara Jepang. Nah, selagi uang baru mulai dirilis, alangkah baiknya mulai sekarang kita bisa lebih menghargai dan mencintai alat tukar transaksi tersebut. Jangan pacar ke-4 aja yang disimpen rapih, uang juga dong. Ehhm..

Berikut, beberapa tips dan kebiasaan buruk masyrakat Indonesia yang harus dirubah terhadap uang.

Tidak melipat secara berlebihan, apalagi dibejek-bejek terus langsung dimasukan saku belakang asal-asalan. Cukup mantan aja yang dibejek-bejek dan letakkan mereka di belakang dan tinggalkan. Titik.

Advertisement

Tidak mencorat-coret. Duh… ini kebiasaan siapa?

Tidak distraples untuk menyatukan uang. Nah… Nah.. Sebaiknya gunakan karet untuk menyatukanya guys.

Gunakan dompet, agar uang tidak mudah terlipat. Mau uang kertas seribu, dua ribu, sebaiknya tetap hargai mereka dengan menaruhnya di dompet. Jangan pilih kasih ya. Bagaimana pun, di akhir bulan mereka sangat berharga guys.

Lebih baik, memasukan uang logam ke celengan. Ya, ini saran aja sih. Karena proses memasukan uang kertas ke celengan pasti harus dilipat dulu agar muat masuk lubang.

Tidak membawa uang cash berlebihan. Sebaiknya, uang di dompet tidak banyak-banyak dan simpan di atm atau bisa di rumah tetap dalam keadaan rapih.

Gunakan sistem perbelanjaan melalui atm, sms banking.

Jika kamu punya banyak uang yang sudah rusak, jelek, lusuh, kumal bisa diperbaharui dengan menukar ke BI.

Yuk, mari mulai menghargai uang. Sekecil apa pun nilai mata uang tersebut. Tetap harus dilindungi. Sama kaya jomblo-jomblo di Indonesia guys. Walau belum kategori langka, bahkan overload, mereka tetap harus dilindungi. Termasuk saya. Hiksss….