Ujian ini kutahu akan membuatku lebih kuat lagi dari sebelumnya

Dan lagi, kejadian yang sama harus aku lalui, setelah setahun berlalu aku melewati masa sulit seperti ini, kini harus kembali mengalami. sungguh rasanya begitu sakit, perih, aku seperti tidak lagi ingin bertemu siapa-siapa dengan orang yang baru (apa lagi).

Harus bagaimana lagi aku menghadapi keadaan ini, sabar sudah kulakukan setiap hari, namun ujian yang kuasa sungguh membuatku sakit kali ini, untuk yang kedua kalinya ya Allah engkau mengujiku dengan keadaan yang sama, kau pertemukanku kembali dengan orang yang pada akhirnya akan tetap memilih berbalik arah ke masa lalu.

Yah aku tahu, setiap orang berhak untuk memilih bahagia, akupun demikian, aku pernah meninggalkan masa laluku bukan karna aku tak (lagi) ingin bersamanya namun kurasa bersamanya akan terus melukaiku setiap hari dengan adanya (dia) masa lalunya.

Bagaimana bisa orang yang sudah belajar berdiri bersamaku karna sempat terjatuh dengan masa lalu kini kembali ingin bersama dengan orang yang dulu menyakitinya, sungguh terlihat aneh, namun begitulah kenyataan dan inilah cerita yang harus AKU lakoni dengan air mata setiap hari.

Tahuka kamu, butuh berapa aku menunggu waktu hingga aku kembali berpikir membuka hati untukmu, aku yang dulunya sudah ikhlas dengan kamu bersama pilihanmu kala itu, dan kini sempat harus kembali memilihku untuk masa depanmu namun pada akhirnya kau ingin (lagi) kembali ke masa lalumu..

Advertisement

Hei, sadarlah kau sedang bermain dengan hati? dan apakah kau sadar hati siapa yang sedang kau permainkan? maaf, tapi aku tak pernah ikhlas kau berbuat sesuka hati dengan hatiku, ingatlah bahwa segala perbuatan kita akan ada balasannya, namun aku berharap semoga kau tak mendapat balasan apapun dari yang kuasa, semoga kau mendapat bahagiamu bersama pilihan(mu) nanti.

maaf, tetapi kali ini aku ingin pamit darimu, aku tahu kamu tidak ingin aku pergi , namun aku rasanya sulit untuk bertahan (lagi) sebab aku tahu selama apapun aku ingin bertahan bersamamu jika kita sudah tak lagi merasa bahagia bersama, itu sungguh rasanya percuma.

Biarlah, kini aku belajar sendiri, lebih memantaskan diri kepada sang pencipta, karna aku tahu pada akhirnya tempat kutitipkan hati adalah kepadanNya yang berkuasa atas segala takdir.

Aku tahu, tuhan memang sengaja memberi keadaan yang (sama) agar aku lebih kuat (lagi) dari sebelumnya.

Ketegaranku kemarin, untuk berjalan sendiri setelah mengikhlaskan bahagiaku kepada orang lain kini membuatku jauh lebih baik, lebih bijak dan lebih banyak bersyukur atas segala yang diberikan sang kuasa, segala nikmat yang diberikan, segala kekuatan dan kesabaran yang saat ini membuatku slalu ingin lebih dekat dengannya, tidak ada satupun ujian darinya tak diberkahi pertolongan, kupercaya kali ini tujuanku benar, mengikhlaskanmu kembali pda masa lalu(mu) adalah cara terbaik untuk kita berdua menemui bahagia yang semestinya kita dapatkan.

Untuk kita, ingatlah bahwa pilihan tetaplah sebuah pilihan, dimana kita sudah memilih untuk berjalan maju, jangan pernah lagi sedikitpun kita ingin berbalik arah dan kembali ke tempat yang sebelumnya kita tinggalkan, semoga kita tetap istiqomah dengan jalan yang kita pilih.. aamiin