Rindu Baitullah. Rindu yang teramat sangat. Masih teringat dengan jelas saat saya harus rela menangis tersedu2 saat dengar ada teman yg mau brkt ke tanah suci. Iri pakai banget ! Masih lekat dalam memori, saat saya harus rela menepikan sepeda motor dan memberi kesempatan rombongan haji yg kebetulan berpapasan di jalan. Sambil ikut bertalbiyah di atas motor, tak terasa leher ini mulai tercekat, mata mulai panas, dan akhirnya bulir air mata tak mampu terbendung juga. Ya, rindu Baitullah ini sudah berada dipuncaknya. Rindu yang sudah terlalu lama dipendam dan berharap menemukan titik perjumpaannya.

Entah, di suatu hari tiba2 terbesit sebuah pikiran. Euis, niatmu ke tanah suci memang besar. Tapi besarnya niatmu itu tak berbanding lurus dengan besarnya tekadmu. Kalau punya niat besar, mestinya juga harus punya tekad yang besar, harus punya ikhtiar yang besar juga !
Cari info, mulai nabung, ikut sekolah umroh, dsb masuk ranah tekad dan ini tidak kami lakukan *plak*

Meluruskan niat, menguatkan tekad. Saya pengen berangkat tahun ini juga Ya Allah. Mumpung adek farisah sudah disapih, sedang tahun depan saya berencana hamil lagi. Tentu butuh waktu yang tak sebentar kalau harus menunggu jika sudah ada amanah baru. Bismilllah,
Berangkat tahun ini Ya Allah..

Saya persering sholat hajat, saya perbanyak doa dan sedekah plus mencari info sebanyak2nya ttg biro umroh dan estimasi biayanya.

Agak sedih karena ternyata biaya travel umroh pada umumnya jauh di atas tabungan kami. Tabungan yang sebenarnya tidak dialokasikan untuk berangkat ke tanah suci. Bisa aja sih pakai sistem tabungan umroh sebagaimana yg diinformasikan bbrp teman kepada kami, tapi ndak bisa berangkat segera. Sedangkan saya bertekad berangkat tahun ini juga.
Tak putus asa, saya masuk dari satu bank syariah ke bank syariah yg lain. Saya cari info siapa tahu ada dana talangan umroh. Berangkat dulu, dengan menyerahkan sejumlah DP, baru kemudian diangsur sedikit demi sedikit meski sudah kembali ke tanah air. Asumsi saya mirip dengan dana talangan haji untuk mendapatkan nomer kursi antrian haji.

Advertisement

Dan ternyata, tak satupun bank syariah yg saya datangi punya program ini. Rata2 hanya punya program dana talangan haji, bukan dana talangan umroh.

Hampir putus asa, tiba2 saya lihat postingan di grup facebook "Ayo ke mekkah". Ada informasi tentang umroh backpacker (ubp) dengan harga murah, jauh dibawah harga yg biasa di bundling oleh kebanyakan travel umroh. Saya sendiri lupa kapan dan bagaimana saya bisa ada di grup tersebut.

Awalnya saya maupun suami agak ragu dan underestimate dg istilah backpacker. Bayangan diri bakal tidur di emperan dan tak jelas nasib saat disana membuat diri urung mencari informasi lebih detail. Murah tapi kalau miris? Pasti mikir beribu kali.

Tak sengaja suatu hari saya lihat komen jeng Rizka Sulistiyana yg lebih dulu merasakan sensasi berangkat ke tanah suci dg cara unik dan murah ini. Saya japri beliau untuk tanya seluk beluk ubp. Saya baca postingan2 yg ada di grup. Hingga akhirnya, oke, bismillah mantap berangkat berdua bareng suami. Logika duitnya sebenarnya tetap ndak masuk dg kondisi keuangan kami saat itu, tapi Allah Maha Baik. Allah selalu punya cara untuk menolong hambaNya. Bahkan dengan cara yang tak mampu dijangkau oleh logika manusia !

Saat di Madinah maupun Mekah, banyak jamaah umroh dari travel lain yang tanya sama saya, berangkat pakai travel apa dan berapa biayanya. Saat saya bilang kami umroh backpacker, rata-rata beliau kaget. Lebih kaget lagi karena ternyata kami tinggal di 1 hotel yang sama meskipun biaya kami terpaut hampir 2x lipat.

Tapi gak papa, saya niatkan ibadah, mempermudah mereka yang sudah rindu ingin ke Baitullah. Moga dengannya bernilai ibadah di hadapan Allah Yang Maha Hebat membuat skenario hidup tiap anak manusia.

Saat ditanya apa bedanya sih ubp dan umroh reguler? Yang saya pahami dan alami setidaknya ada beberapa hal yang membedakan ubp dengan umroh reguler.

Di ubp kita diarahkan untuk hunting tiket promo yang informasinya banyak di posting di grup fb ayo ke mekkah. Semakin dini kita issued tiket, peluang dapat tiket murah tentu semakin besar. Kuala lumpur – jeddah – kuala lumpur, bisa cuma dapat di harga 5 juta. Bahkan ada yg pernah dapat di bawah harga itu ! Murah banget kan? Ini salah satu point yang membuat ubp lebih murah dari umroh reguler.

Jangan lupa hunting juga promo tiket dari kota kita ke kuala lumpur pp.

Kalau sudah issued tiket (proses sendiri ataupun dibantu), lapor ke PJ grup rombongan keberangkatan tgl tersebut untuk dimasukkan ke grup wa biar memudahkan komunikasi dan menyepakati beberapa hal.

Bayar LA (land arrangment) ke biro travel yang menaungi ubp yakni kafilah akbar. Kemarin kisaran 509$ meliputi biaya pembuatan visa, hotel, makan 1x, transportasi selama disana, muthowif, city tour dsb. Garis besarnya ini sharing cost. Semakin banyak anggota grup, angka LA nya akan semakin kecil. Dan enaknya, meski kita sudah pesen tiket jauh hari, misal setahun sebelumnya, LA ini kita bayar 1 atau 2 bulan sebelum keberangkatan. Jadi masih ada kesempatan buat nabung dan ngumpulin uang.

Masing2 orang di ubp bisa beda total biayanya meski 1 grup. Faktornya di perbedaan harga tiket yang mereka dapat. Sebagian ada yang dapat murah, sebagian lain dapat harga sangat murah. Yang dapat harga normal juga ada. Kami salah satunya hehehe. Yup, kami issued tiket saat tiket promo sudah habis. Tapi karena tekad udah bulat pengen berangkat segera, aksi tetep dilanjutkan. Toh semahal2nya tiket yang kami beli dan LA yg harus dibayar, masih jauh lebih murah dari travel umroh lain.

Kalau umroh reguler biasanya akan ada petugas travel yang ngurusin cek in dan bagasi. Jadi kita gak perlu antri dan geret2 koper sendiri. Beda dengan ubp. Kita cek in sendiri, geret koper dan urus bagasi sendiri. Tapi gak ribet koq. Gampang, persis lah sama kalau kita bepergian naek pesawat sendiri. Ini yg bikin ubp juga lebih murah, krn ndak perlu ada biaya yg dikeluarkan untuk mengganti jasa petugas yg handling koper2 kita.

Kalau umroh reguler biasanya dapat koper seragam dari biro travel. Di ubp ndak dapat. Pakai aja koper masing2. Gak punya koper, ga ada yg melarang juga kalau mau pake ransel. Kalau umroh reguler dapat baju dan slayer seragam, tenang, di ubp juga dapat. Mungkin untuk memudahkan mengidentifikasi mereka yang 1 grup di tengah jutaan manusia. Plus mungkin juga biar kece kalau di foto hehehe…

soal penginapan, alhamdulillah selama disana kami merasa puas. Hotelnya bagus, ndak jauh dari masjid, dan nyaman. Ya itu tadi, bersyukur saat tahu kami 1 hotel dengan jamaah lain yg harus bayar hampir 2x lipat dari kami.

soal makan, ditawarkan kepada tiap jamaah ubp, bisa pilih 3 x makan atau hanya ambil makan siang aja. Kebanyakan ambil makan siang aja, termasuk kami. Mikirnya biar lebih efektif dan biar gak terpatok jadwal makan kalau pengen berlama2 di masjid. Selain itu juga biar bisa incip2 kuliner di sana. Kalau dipikir2 pengeluarannya sama dg kalau kita catering di hotel. Bahkan bisa dibilang lebih hemat.

ada pembimbingnya? Pasti ada. Rombongan kami kemarin terhitung spesial. Karena jumlahnya yang besar dalam sejarah ubp. Total 102 jamaah. 2 bus. Otomatis kami didampingi oleh 2 orang muthowif. Ust yahya dan ust anis. Meski masih muda, tapi ilmunya luar biasa. Tawadhunya juga terasa. Ndak mengecewakan. Bahkan saat di masjid terapung laut merah, tak terasa air mata saya ikut menetes melepas kepergian beliau berdua. Bersyukur dipertemukan dengan 2 pemuda shalih dan berharap kebaikan untuknya.

Ada city tournya? Ada. Selama di Madinah dan mekah kami juga ada city tour sebagaimana umroh reguler pada umumnya. Kemana aja? Banyak. Dan enaknya ini disepakati antar kita di rombongan. Bukan default pakem dari travel. Dan enaknya lagi ini berupa penawaran. Ikut silahkan, mau absen city tour biar bisa berlama2 di masjid juga monggo. Bebas, asalkan sepengetahuan Tour Leader yang ditunjuk. Dan selama city tour kita juga gak asal berkunjung dan sibuk selfi sana sini. Ada muthowif yang mendampingi dan mengajak kami bertadabur di wilayah2 yang kami ziarahi. Termasuk mereminder agar jangan sampai terjebak pada ritual2 yang tidak ada tuntunannya dalam agama.

dapat air zam2? Iya, meski ubp, kita juga dapat jatah air zam2. Masing2 jamaah dapat 1 galon isi 5 liter. Kalau beruntung, bisa dapat lebih seperti kami berdua. Hehehe..

Kalau ditanya, total habis berapa brkt umroh? Sekali lagi gak sama tiap jamaah. Tergantung saat itu kita dapat tiket promo di harga berapa. Ada yg total habis $1000, banyak yang lebih murah, ada yg lebih mahal. Termasuk kami.
Ceritanya kami sudah kehabisan tiket promo. Tapi hati sudah pengen berangkat dan tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Akhirnya total harus bayar tiket dengan harga yang sama dengan teman serombongan yang lanjut ke Turki. Tapi sekali lagi, tetep aja murah bila dibandingkan dengan travel reguler. Dan yakin aja, Allah pasti akan ganti rizki itu dengan caraNya sendiri. Ndak ada ceritanya orang jatuh miskin karena berangkat ibadah ke tanah suci.

Overall, alhamdulillah puas menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Haram dengan ubp melalui kafilah akbar. Meski murah, tapi ndak murahan.
Dan saya berani merekomendasikan untuk teman2 yang sudah rindu ke Baitulllah meski budget terbatas. Insya allah, now everyone can umroh !

Teringat betul 2 kalimat seorang kawan yang sukses menohok buat saya. Kalimat pertama yang sempat saya baca di timeline facebook : jarak kita dengan mekah tidak akan berubah jika kita tidak pernah melangkah ! Kalimat menohok ke dua saat berkesempatan ikut manasik di asrama haji surabaya. Tidak semua orang, Allah beri kesempatan menjadi tamuNya. Bisa jadi bukan karena bagusnya amal kita, tapi justru karena banyaknya dosa kita dan Allah berkenan mencucinya disana. Asli, nampar banget dan sukses bikin mewek ditempat.

Duhai Allah,,,,
Terima kasih….
Terlampau banyak kemudahan dan keajaiban sejak sblm berangkat, saat disana, hingga kami kembali pulang. Makin yakin diri ini dengan kasih sayangMu. Makin yakin diri ini dengan kuasaMu… Hanya Engkau yang memudahkan apa yang sulit dan memungkinkan apa yang mustahil bagi kami…

Moga Engkau berkenan sering mengundang kami kembali kesana, Ya Rabb. Moga yang belum berangkat, Allah mantapkan niat dan menguatkan tekad kita hingga dianggap layak mendapat pertolongan untuk menjadi tamuNya