Kehadiranmu dalam kehidupan cintaku memang membuat aku senyum-senyum sendiri. Membayangkan saja aku tidak pernah, tapi inilah takdirku untuk saat ini. Kamu menjadi kekasihku…hehe… Kamu hebat, aku salut kamu bisa dengan mudah mencuri sekeping hatiku yang kau bawa lari dan kau hiasi dengan perhatian dan setumpuk rindu setiap harinya, sehingga keterpurukan hidup yang kualami bisa dengan mudah tersamarkan bahkan pelan-pelan menghilang dalam gelapnya malam. Mimpi burukku selesai sudah dengan kehadiran orang sepertimu…

Kita memang sudah kenal lama, tapi sebagai teman, aku punya kisahku sendiri begitu juga denganmu, dengan sejuta kisahmu. Hanya sesekali saja kita ber say hello and bertanya kabar juga sekedar basa-basi lain untuk memperpanjang "chit chat" kita. Tidak ada rasa sama sekali (Rasa Yang Diibaratkan Semanis Coklat), murni hanya sebatas kamu dan aku dalam ruang lingkup "Friendzone" saja. Ah, aku malas mengingatnya, yang hanya membuatku geleng-geleng kepala, terlalu unik ceritanya…:-)

Sebenarnya kamu datang diwaktu yang tidak tepat, disaat aku sedang meratapi nasibku, kehilangan semua yang indah yang kumiliki, ditinggal pergi oleh seorang ayah yang kucintai didunia ini menyusul ibuku yang telah sekian tahun disana, kehilangan harta peninggalan orang tuaku, kehilangan tempat berteduh, bahkan orang yang selama ini kubangga-banggakan, yang sudah menanam asa tuk jadi pendamping hidupku akhirnya dengan tega memilih pergi dan mencabut cintanya dengan paksa dihatiku yang kemudian koyak berdarah-darah. Aku hancur, aku mulai membenci orang-orang yang menguber-uber cintanya untukku…aku tak tahu lagi mana yang tulus dan mana yang modus… Aku membenci semuanya….

Tapi, hanya kamu yang mau bertahan, bahkan dengan sabar menghadapi keegoisanku, bahkan saat aku tak percaya padamu, aku membencimu, kamu tetap menemani hari-hariku… sering kamu menjadi bulan-bulanan kemarahanku yang meluap-luap. Kenyamanan yang kau ukir seringkali aku pungkiri demi mempertahankan egoku, tapi terus saja kamu merinduiku, tetap ingin bersamaku, menemani hari-hari yang penuh dengan bad moodku. Maafkan aku untuk hal itu. Aku senang kamu masih ingin memperjuangkanku hingga detik ini… Terima kasih kuucapkan dengan lisan yang tulus dari hati untukmu. Mudah-mudahan kamu menjadi cinta terakhirku dan menjadi jodoh terindah yang diberikan Sang Maha Pengasih dan Penyayang kepadaku…Jeongmal Saranghae…