Aku suka kamu.

3 kata sederhana, namun tidak sederhana saat kita ingin mengungkapkan kata tersebut pada orang yang kita sukai.

Agustus, 2015

2 tahun dan 5 bulan sudah, saat pertama kali aku melihatmu di tempat kerja pertamaku. Aku yang masih malu-malu dan canggung, hanya bisa mencuri-curi pandang mengagumi senyum indahmu. "How beautiful you are." Ya, itulah yang ada di benakku saat aku pertama kali melihat senyum dan canda yang ada di wajahmu.

Aku mengagumimu, mengagumi senyum indahmu. Namun, aku tahu, aku tidak bisa dan tidak boleh untuk menginginkanmu. Aku sudah bersama seorang wanita, yang sudah 5 tahun dan 5 bulan mengisi hari-hariku. Begitupun kamu, sudah ada sosok pria beruntung yang sudah mewarnai hari indahmu.

Advertisement

Ya, kita berteman. Berteman akrab. Bercanda dan bermain bersama rekan kantor yang lain, itulah hal yang bisa kita lakukan bersama. Teman. Ya, hanya sebatas itu. Tidak lebih.

Aku menghargai hubunganku bersama wanitaku, dan aku pun menghargai kamu bersama priamu.

Namun kita memiliki nasib yang sama teman. 7 bulan yang lalu, kisah cintamu kandas. Begitupun kisah cintaku, kandas 5 bulan yang lalu.

"Sebentar ya yank, aku nulis artikel di hipwee dulu :)" Pesan melalui hangouts itu yang aku tuliskan terakhir sebelum aku menuliskan kisah ini.

Yank? Ya, temanku yang memiliki senyum indah yang membuatku mengaguminya, kini sudah bersamaku. Mengisi hari-hari indahku.

Juli, 2015

Tadi malam kita baru saja berkumpul bersama dengan teman-teman sekantor kita dulu. Senyumanmu pun selalu menjadi alasanku untuk selalu ikut berkumpul bersama mereka.

Kaget membaca pesan di Line, bahwa kamu, temanku dengan senyum indah, ternyata memiliki rasa yang sama denganku sejak lama. Di tengah malam itu, kita saling menceritakan betapa kita sama-sama menyimpan rasa kagum satu sama lain. Dan di tengah malam itu pula, semuanya perlahan berubah.

Dini hari itu terasa sangat indah, rasa yang sudah lama kupendam, bisa aku ceritakan perlahan-lahan kepadamu. Dan rasa yang sama, yang juga sudah kamu pendam sejak lama, akhirnya aku mengetahuinya. 22 Juli menjadi tanggal dimana setelah 2 tahun lebih kita menyimpan perasaan, kita berpacaran. Inilah yang mungkin banyak disebut oleh orang, semua akan indah pada waktu-Nya. Tuhan memberikan waktunya yang sempurna untuk kita bisa bersama.

Aku menyesal.

Aku menyesal, seandainya Tuhan tidak memberikan keberanian padamu untuk mengungkapkan perasaanmu padaku. Kita hanya akan tetap menyimpan perasaan kita, entah sampai kapan. Dan mungkin saja, tidak akan pernah tersampaikan. Dan kita hanya akan tetap menjadi teman. Teman yang saling mengagumi.

Aku bersyukur.

Aku bersyukur, meskipun kita terpisahkan jarak Jakarta – Bali, kita tetap bisa saling menyayangi, saling menjaga, dan saling mendukung untuk kerjaan masing-masing. Dan aku percaya, Tuhan punya rencana yang lebih indah, Tuhan sudah mempersiapkan waktu yang sempurna, untuk nantinya kita bisa bersama tanpa terpisahkan jarak.