Hallo, apa kabar,Oom? Eh, Pak? Atau bagaimana ya, aku harus memanggilmu? Ah, aku tahu, akan aku panggil anda “Laki-laki yang beruntung”. Bagaimana? Deal.

Ah aku yakin panggilan hanya hal kecil yang tak terlalu penting. Bahkan dalam penulisan skripsi-pun, title bukanlah hal yang penting kan? Anda pasti tahu itu, karena aku yakin anda adalah orang yang berpendidikan.

Untuk anda yang kelak akan menikahi Ibuku,

Aku pernah mendengar ungkapan “Pernahkah kau melihat nelayan memberikan umpan kepada ikan yang sudah ditangkapnya?”

Aku mohon jangan pernah gunakan ungkapan itu. Buat siapapun yang menggunakan perumpamaan untuk hubungan antara laki-laki kepada perempuan, itu menurutku sangat bodoh.

Advertisement

Jangan pernah menggunakan ungkapan itu. Ibuku bukanlah ikan.

Tetaplah berlaku sebagaimana ketika kamu berjuang untuk mendapatkan hatinya.

Tetaplah hiasi hari-hari ibuku dengan bunga, tawa, dan kebahagiaan.

Aku dengan ikhlas menitipkan ibuku kepada anda untuk dibahagiakan. Jangan pernah anda buat malaikat surgaku merasa tak nyaman. Aku bisa dengan senang hati menjemputnya lagi untuk tinggal bersamaku.

Jangan lukai hatinya lagi, ibuku sudah pernah kurang beruntung untuk salah langkah dalam kehidupan percintaannya.

Ibuku orang yang sangat cerdas dan mandiri.

Jangan pernah batasi gerak dan kegiatannya.

Dia bahkan tak pernah meminta uang dari laki-laki, karena sejak kecil ibuku sudah bisa menghidupi dirinya sendiri. Jangan khawatir, ibuku tak akan menghabiskan hartamu. Dia tak akan menuntut apapun. Dia hanya butuh teman hidup.

Iya, teman hidup. Anda tahu kan, ibuku tak lagi muda.

Ia hanya ingin punya teman hidup untuk membagi hari-harinya. Cerita, keluh-kesah, dan prestasi yang ia raih dalam hidupnya.

Sokonglah ibuku dari belakang dengan semangat. Atau jika kau ingin, jagalah ia layaknya dua orang yang berjalan beriringan. Tuntunlah ibuku sebaik-baiknya.

Ia tak menuntut banyak, ibuku hanya ingin kau memberi perhatian. Ia akan memberimu lebihi dari yang kau bayangkan, percaya padaku.

Jagalah ibuku ketika ia sehat, sakit, senang, maupun susah.

Akan ada saat dimana ibuku sakit, aku mohon jaga dia dengan baik.

Akan ada saat dimana ibuku susah, dan mungkin dia akan sedikit emosi (dia akan menjadi sedikit galak, ketika dia tertekan), aku mohon, hadapi dia dengan baik.

Jagalah malaikat surgaku sebagaimana anda menjaga malaikat surga anda sendiri.

Ajak ibuku jalan-jalan menikmati alam, ibuku suka itu.

Perempuan tercipta dari tulang rusuk, bukan dari tulang punggung. Maka dari itu perlakukan dia dengan baik, sebagaimana tulang rusuk menjaga jantung dan hatimu. Jangan perlakukan dia sebagai penopang hidup dan kegiatanmu, karena anda-lah orang yang beruntung menjadi tulang punggung, itu artinya anda adalah orang terpilih dari Tuhan yang beruntung mendapatkan penjaga hati seperti ibuku.

Tak mudah bagiku untuk melihat Ibuku akan menghabiskan hari-harinya dengan laki-laki yang bukan ayahku, tapi aku harus berbesar hati, karena ini jalan terbaik yang Tuhan pilih untuk Ibuku. Perceraian mereka sudah cukup menjadi mendung di dalam hidupku. Kini, dengan kepercayaan yang aku berikan ini, aku hanya memohon satu hal. Aku hanya bisa berharap dan berdoa, semoga ibuku selalu berbahagia. Semoga anda bisa membawa bahagia untuknya.

Untuk anda yang kelak akan menikahi ibuku… Entah kapan, mungkin suatu hari nanti.