Aku tidak tahu itu mitos atau fakta yang aku tahu aku hanya memiliki kamu sebagai sahabatku sekaligus orang yang sampai saat ini masih membuatku menunggu.

Kamu adalah sebelah kaki yang menopangku dengan kokoh saat aku jatuh

Hari pembagian lapor adalah hari yang paling ditunggu- tunggu , dimana kita bisa melihat evaluasi hasil belajar kita selama satu semester. Aku menunggu dengan hati berdebar, sementara kamu asik mengusiliku. Sampai akhirnya aku yang biasa berada di posisi teratas di kelas kita harus turun di posisi 4.

Kamu menatap dengan penuh marah karena kemalasanku dan kemarahanmu membuat aku menangis. Kamu marah padaku sementara kamu tidak peduli dengan peringkatmu yang nyaris mendekati posisi paling akhir.

Kamu si jago lapangan dan aku si kutu buku

Aku dan kamu adalah dua hal yang berbeda namun berada dalam satu ikatan persahabatan. Aku adalah orang yang paling depan mendukungmu di pertandingan futsal, paling keras menyorakimu di pertandingan basket dan yang paling heboh menyorakimu di pertandingan volly.

Sementara aku adalah orang yang selalu mendapat tugas tambahan di pelajaran yang kamu mendapat nilai paling tinggi. Nilai praktek olah ragaku tidak pernah mencukupi sehingga menjadi langganan membuat tugas tambahan. tapi kamu adalah orang yang setia di bangku remedial di ulangan Fisika, matematika dan Kimia dimana aku mendapat nilai tertinggi

Rasa nyaman yang menghadirkan cinta

Advertisement

Salahkan bila aku mulai mencintaimu. Rasa nyaman yang hadir saat aku bersamamu membuatku menjadi orang yang takut kehilanganmu. Aku mulai sering marah padamu ketika kamu duduk dengan perempuan lain. Aku sering merasa sakit saat kamu menceritakan bahwa kamu menyukai perempuan lain.

Ego ingin memilikimu mengakhiri persahabatan kita menjadi dua orang yang hanya pernah saling mengenal

Aku tidak dapat menahan egoku untuk memilikimu. Berada didekatmu saja tidak lah cukup, aku juga ingin memilikimu. Aku jenuh mendengarmu selalu menceritakan wanita lain. Hingga akhirnya aku yang tidak dapat mengatakan bahwa aku mencintaimu memilih pergi menjauh, itu adalah hal yang membuatmu marah.

Dan kini kita hanya 2 orang yang saling mengenal, bukan lagi dua sahabat yang saling melengkapi. Meskipun sampai beberapa hari yang lalu aku menyimpan perasaan yang sama.

Beberapa kali aku mencoba merekatkan gelas yang pernah pecah namun tidak akan pernah sama

Beberapa kali aku telah memintamu untuk memaafkan keegoisanku, namun serapi apapun kita merekatkan gelas yang pernah pecah dia tidak akan lagi sama seperti semula.