Assalamualaikum, mbak.

Apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja.

Kata-kata itu yang aku kirimkan lewat sosmed. Sudah lama aku tidak berinteraksi lagi dengan seorang wanita. Ya, memang sudah lama sejak peristiwa yang mengguncang hidupku. Peristiwa yang sebenarnya tidak ingin aku rasakan, tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa mencegahnya, karena semua itu sudah kehendak yang maha kuasa, yaitu Allah SWT. Setelah sekian lama, akhirnya aku putuskan untuk mencoba berusaha dan berdoa supaya aku diberikan sedikit keberanian untuk mendekati seorang wanita lagi.

Tapi semua terasa berat, karena keterbatasan waktu yang aku punya. Jangankan untuk keluar rumah, sekarang aku sudah banyak sekali kesibukan yang harus aku jalani, sehingga aku tidak bisa berinteraksi dengan orang luar selain teman-teman kerjaku. Sampai akhirnya aku putuskan untuk bersosial media lagi. Dan lewat media sosial ini, kita di perkenalkan oleh seorang sahabat, lebih dari sekedar sahabat sih karena dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri.

Awal aku diberi pin BBM kamu, aku tidak berani untuk langsung chatting dengan kamu. Ya itu semua karena aku masih belum berani untuk berinteraksi, apalagi dengan seorang wanita. Andai saja kamu tahu awal pertama aku ping kamu, dan seketika itu pula kamu langsung membalas pingku, aku langsung bingung, jantungku dag dig dug, padahal waktu itu masih pagi tapi hawa di kamarku terasa panas dan aku menjadi salah tingkah, Cuma gara-gara hal yang kecil seperti itu.

Apa kamu ingat pertama kali aku mengirim pesan padamu. Apa kamu tahu, hanya untuk mengirim pesan,”Assalamualaikum mbak”, aku harus mengumpulkan semua keberanianku. Ya mungkin terdengar lebay atau apalah, tapi memang kenyataannya seperti itu. Tahukah kamu, saat ini aku menunggu saat chating denganmu.

Advertisement

Tahukah kamu, setiap saat aku ingin tahu kabarmu? Aku sadar, aku tidak sempurna dan aku tidak bisa menjadi seperti yang kamu minta. Aku tidak akan meminta apa-apa dari kamu,apalagi memaksamu untuk menjadi pendampingku.Karena aku sudah pasrah dengan masalah jodoh. Aku memasrahkan semua kepada Allah SWT. Bagiku sekarang sudah cukup hanya dengan mengenalmu dan mengobrol denganmu meskipun hanya lewat pesan tanpa harus bertemu.

Andai Allah SWT memberikanku keberanian untuk langsung menemuimu, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di berikan kepadaku. Jujur, saat ini hanya dengan mengenalmu aku sudah cukup senang dan bahagia. Semua itu karena kamu, iya kamu sepercik cahaya baru di hidupku.