Kamu yang mudah bergaul tidak mempermasalahkan perbedaan diantara kita, membuat pertemanan ini menjadi nyaman. Hal-hal lucu yang sering kamu ceritakan, membuat hari-hari yang kita lalui lebih berwarna.

Kamu adalah teman laki-laki yang optimis, kamu memberi motivasi dan semangat ketika aku tidak percaya dengan apa yang ingin aku raih. Kita sering membahas hal yang membuat kita senang atau hal yang tidak disukai. Kejujuran yang kita ucapkan membuat pertemanan kita semakin akrab.

Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar pertemanan ini langgeng, namun sepertinya Tuhan punya rencana lain. Perlahan hubungan pertemanan ini merenggang, entah apa yang menjadi penyebabnya. Aku seolah-olah orang asing di kehidupanmu. “kita berpapasan namun tidak saling menyapa”. Tentunya aku merasa tidak nyaman dengan situasi ini.

Melihatmu akrab dan tertawa dengan teman-temanmu membuatku sedikit merasa lega karena kamu bahagia tapi aku juga merasa iri dengan mereka yang bisa dekat denganmu. Aku ingin mengembalikan hubungan pertemanan ini, mungkin terdengar egois tapi aku tidak ingin hal ini membebani kita berdua.