Entah harus dimulai dari mana karna yang namanya awal sebuah percintaan itu sangat menyenangkan. Dia (laki-laki) yang aku anggap membawa kebahagiaan baru ternyata menjadi boomerang yang menyakitkan dihubungan kami. Dia hadir disaat hatiku merasakan sakitnya pengkhianatan hubunganku dengan masa lalu ku yang berjalan 3Tahun, namun semenjak dia hadir ia mengubah semua suasana hati yang hancur menjadi bahagia dan merasa bangkit kembali tanpa perlu berlama-lama terpuruk karna pengkhianatan yang diberikan selama 3 Tahun itu.

Melakukan pendekatan selama 2 bulan dengan usahanya yang gigih demi menyakinkan hatiku bahwa dia benarlah berbeda dengan sosok laki-laki yang aku pertahankan 3Tahun sebelumnya. Namun dengan perbedaan keyakinan pula yang membuat aku butuh waktu berfikir apakah harus menerimanya atau tidak, dia selalu usaha dan berusaha selalu ada menemaniku disaat aku merasa sedih maupun senang. Hingga dia menyakinkan untuk mengikut diagamaku demi sebuah "Cinta". Aku mencoba untuk menerimanya dan menjalanin dengannya tanpa ada rasa sayang dengannya karna posisiku yang baru saja merasakan pengkhianatan.

Demi seiringnya waktu rasa itu hadir dan tumbuh dengan indah, entah dimulai dari mana rasa cemburuku hadir dan menjadi lebih curiga terhadapnya. Mungkin karna faktor cara pacaran kami yang berlebihan membuat hati ini takut kalau suatu saat nanti dia menemukan wanita baru.

Berjalan di 4 bulan hubungan kami semua terasa indah, rencana-rencana dia akan menikahinku dengan usia kami yang sudah lumayan dengan pernyataannya yang dia akan mengikut agama ku ditambah cara pacaran kami yang sangat bodoh untuk dilakukan. Namun setelah masuk di 5 bulan semua berubah drastis tidak seperti 4 bulan berjalan.

Banyak kejanggalan yang aku rasakan kepada sikapnya yang berbeda, sikap makin curiga aku tunjukkan kepadanya. Dan kami menjadi sering bertengkar karna rasa curigaku yang menghantui dan takut terjadi kembali kisah kelamku bersama mantanku yang 3 Tahun. Hingga akhirnya dia mulai jenuh dengan sikapku dan dia pergi meninggalkanku. Sampai saat ini aku merasa belum yakin dengan alasannya pergi dari hidupku dengan semua yang pernah kita lakukin, semua dosa yang pernah kita lakukan. Tidak langsung bisa menerima pernyataan aku mencoba memaksa untuk dirinya bertahan dan mempertanggung jawabkan semua perkataannya dan perlakuannya namun semua berubah dia tidak perduli dengan usahaku untuk terus mencoba mempertahakan dan dia akan tetap bersama agamanya. Aku mencoba mencari jalan tengah untuk kita tetap bersatu dengan dua keyakinan namun dia tetap bertahan untuk tidak melanjutkan hubungan ini dengan alasan dia lelah dengan hubungan kami dan dia butuh waktu istirahat untuk hubungan ini. Entah itu benar atau memang ada sosok wanita lain yang ia kenal. Hingga saat ini aku masih merasakan penasaran yang luar biasa dengan dirinya yang memutuskan untuk mengakhirin semua ini dan bahkan dia tidak mengingat semua usaha serta ucapannya yang akan terus bertahan apapun keadaannya.

Advertisement

Walaupun kami masih berkomunikasi baik namun sering kali hati ini bertanya-tanya dengan semua perubahannya yang menjadi tidak perduli sama sekali dengan ku. Bahkan dalam hitungan 2 hari aku sudah tidak lagi menjadi prioritasnya.

Sakit? Sedih? Kecewa? Sudah pasti karna begitu yakinnya hati ini dengan semua usaha serta ketulusannya yang membuat hati ini luluh namun berakhir dengan kecewa. Kecewa bahwa dia bukan seseorang yang bisa dipertanggung jawabkan atas ucapan dan perbuatannya.

Namun aku mencoba perlahan demi perhalan melepaskan genggamannya agar tidak menjadi luka tersendiri untuk diriku. Ku biarkan hati ku membiasakan diri tanpa kehadirannya lagi tanpa ada perlakuan manisnya lagi.

Berharap dia bisa merasakan apa yang lebih menyakitkan dari pada saat ini aku rasakan.