Unntuk kamu yang aku tinggalkan.

Aku sejujurnya tidak ingin meninggalkanmu.

Sungguh!

Saat aku memilih kita berpisah, ada kalanya aku ingin bilang aku menyerah.

Aku sendiri tak sanggup hidup tanpa kamu meskipun kamu bukanlah oksigen.

Advertisement

Aku ingin kamu mengerti bahwa beginilah aku.

Dengan semua ego yang kupunya.

Dengan semua cinta dan benci yang ada.

Berkali-kali aku ingin bilang aku menyerah.

Tapi tak ada satu kalipun aku utarakan kepada kamu.

Ya kamu, kamu yang aku tinggalkan.

Berkali-kali pula aku menunggu kamu memohon untuk aku kembali.

Tapi semua sia-sia,

sekarang aku kehilangan kamu meskipun kamu yang aku tinggalkan.

Aku bahkan hampir kehilangan semua kenangan-kenangan kita.

Bukan maksud melupakan, ada kalanya kenangan itu menghilang.

Aku ingin mengejar mimpiku.

Mengejar yang aku mau.

Tapi aku harus meninggalkan kamu.

Mungkin kamu akan membaca ini entah darimana dan dari siapa.

Semoga kamu yang disana mengerti.

Terima kasih untuk kamu yang pernah membuat kenangan meskipun kenangan itu telah menghilang.

Maaf untuk keegoisanku yang membuatmu muak.

Selamat tinggal!