Untukmu, yang barangkali sedang kewalahan membuatku cemburu dengan hubungan barumu dengan orang lama. Haha, maaf untuk sedikit jijik terhadapmu. Mungkinkah kamu lupa bahwa perempuan yang dulu kamu sebut-sebut dengan setiap keburukannya itu adalah perempuanmu sekarang? Seperti menjilat kembali muntahan yang sudah kamu muntahkan tahunan yang lalu. Kamu sehat ?

Kita berakhir, dengan keputusanmu yang tanpa tanggungjawab terhadap apa yang telah kamu lakukan terhadapku. Hari itu mungkin aku tidak bisa terima. Tapi setelahnya aku diam, bukan ? Aku mencoba mengerti situasimu, dengan apa yang sedang kamu hadapi. Entah alasan kita berakhir itu nyata atau tidak. Aku menerimanya. Aku berusaha ikhlas dengan semuanya. Aku tidak berusaha sedikitpun mengacaukan hatimu, bahkan hidupmu. Aku ingin memberikan ketenangan bagimu. Selesai ?

Masih adakah dendammu terhadapku ? Atas apa ? Diantara kita, siapakan yang merusak dan siapa yang dirusak ? Siapa yang sesungguhnya pantas marah dan pantas bertanggungjawab?

Tuan, jika kamu meminta perhatian, datang dan mintalah dengan baik. Tidak perlu membuang tenaga mencari perhatian dengan cara negatif, memancing luka dan lain sebagainya. Tidak perlu menghadirkan cinta yag tidak menenangkanmu hanya untuk membuatku terluka. Sehebat apapun dia, yang anggaplah dia mampu menghadirkan kamu kembali dalam hidupnya kini, aku tidak ingin menjadi dia. Karena posisinya tidak lebih dari sekedar pelampiasanmu, dan sekedar alat untuk membuatku terluka.

Tuan, bersabarlah dengan dirimu. Jangan memaksakan diri. Tidak ada dalam benakku sedikitpun untuk mencela rasa cintamu terhadapku. Tidak perlu terburu-buru dengan cinta yang sebenarnya tidak menenangkan hatimu. Jika Tuan bersungguh-sungguh membuatku terluka, maka lembutkanlah hatimu, lembutkanlah laku dan ucapanmu. Hargailah perempuan yang paling Tuan cintai. Pilihlah perempuan yang baik hatinya, yang sabarnya melebihi caraku bersabar menungguimu, yang lezat masakannya melebihi lezatnya masakanku, yang rasa sayangnya melebihi rasa sayangku.

Advertisement

Selamat kehilangan cinta yang paling besar, Tuan.