Kamu yang tidak punya keberanian. Dengarlah, Memang cinta tak mesti memiliki, Tapi tak ada perih yang lebih daripada mencintai tapi tak bisa memiliki. Tapi, disisi lain kamu sadar betul bahwa kamu tidak memiliki kepantasan  untuk memiliki dia yang kamu kagumi.

Diam- diam kamu selalu membawa namanya dalam doamu. Untuk Cuma memberi tahu Yang Memiliki Hidup jikalau kamu merindukan dia yg Cuma cukup kamu nikmati punggungnya saja. Memang emansipasi telah meluas tapi kamu menyingkapi emansipasi dengan tidak mengumbar cintamu itu. Bukankah fitrahnya wanita menunggu tapi tetap menjaga kualitas diri, itu yang selalu kamu jadikan prinsip.

Ini bukan tentang kunonya pemikiranmu, tetapi idealis itu sudah berada dalam jiwa mu. Bukan tentang sok sucinya kamu, tapi tentang menjaga diri dari cinta yang salah. Bukankah guru yang paling terbaik adalah belajar dari kesalahan orang lain? Pengalaman dari sahabat atau temanmu cukup menyakini prinsipmu itu.

Teruntuk kamu yang sampai sekarang masih mengagumi, sabarlah, karena Tuhan telah menyiapkan dirinya yang akan menghiasi jiwamu, menyiapkan kebahagian bersama dia dengan Rahmat-Nya.