Sakit rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang kita sayangi begitu saja.Ketika perasaan ini sedang begitu sayang padanya, dia meninggalkan kita sendirian. Sendirian bersama perasaan yang mungkin sudah tidak lagi dirasakan olehnya.

Kenapa hal ini terjadi padaku? Apa mungkin ini terjadi karena sikapku yang kurang perhatian? Pemarah?

Mungkin, selama ini aku cukup sibuk dengan urusanku sendiri. Sehingga aku lupa bahwa ada seseorang yang telah menyayangiku selama ini. Kesibukanku ini memang cukup membuat kita menjadi memiliki jarak. Bahkan, untuk sekedar memberi kabar saja tidak sempat. Keadaan seperti ini memang membuat hubungan yang pernah kita jalin bersama ini berubah total.

Sekarang, kamu telah berbahagia dengan wanita pilihanmu yang baru. Ya. aku bisa melihatnya dari sorot matamu. Matamu memancarkan kebahagiaan saat bersama dengannya.

Aku bisa membayangkan kamu menyayanginya seperti kamu menyayangiku waktu dulu. Namun, sepertinya perasaan sayang yang pernah ada untukku ini sudah sirna.

Advertisement

Paras wanita barumu yang cantik, manis, pintar, benar – benar membuatku iri. Dia merupakan sosok wanita sempurna bagi semua pria. Dan kamu berhasil mendapatkannya. Mungkin, aku bukanlah sosok wanita yang sempurna. Namun, aku sangat merindukan saat bersamamu. Saat – saat dimana kita selalu bisa menertawakan hal yang bodoh bersama – sama. Saat dimana kita bisa saling mengoreksi satu sama lain. Saat – saat kita mulai membangun hubungan ini dari nol.

Sekarang, yang bisa kurasakan hanya perih dan sakit.

Aku tahu ini semua karena kesalahanku. Kamu meninggalkanku bukan tanpa alasan. Hanya saja aku terlalu pengecut untuk mengakui kesalahanku sendiri.

Beberapa sikap burukku ini memang sudah menjadi bagian dari karakter diriku. Aku salut pada kamu yang bisa tahan dengan sikap buruk yang ada pada diriku selama ini. Tapi, sepertinya ketahananmu pada sifat burukku ini sudah habis. Sehingga, kamu juga rela melepaskanku tanpa perjuangan sedikitpun.

Mungkin, sikapmu ini adalah pelajaran untukku. Pelajaran untuk menghargai keberadaan setiap orang yang telah memberikan rasa sayang yang tulus pada diriku.Namun, yang muncul dalam benakku adalah kehadiran wanita sempurna tadi. Kenapa kamu bisa dengan cepatnya berpaling padanya. Tidakkah kamu butuh waktu untuk menyendiri dan mempertimbangkan hubungan yang kita telah lama jalin ini? Mungkin, sikapku yang begitu buruk padamu benar – benar telah mengecewakanmu. Sikapmu yang masih baik padaku setelah kejadian ini benar – benar membuatku sedih dan malu. Aku malu telah berbuat buruk padamu. Dan, mungkin aku tidak menyadari kalau aku telah menyakitimu.

Sekarang, aku sadar mungkin aku bukanlah orang yang tepat untukmu. Dan, mungkin kamu juga bukan orang yang tepat untukku.

Dulu, kita sempat membahas "kalau jodoh tak akan kemana bukan"? Sepertinya, masalah jodoh ini terjawab sekarang. Kamu bersama dengan orang yang kamu sayangi sekarang. Sementara aku hanya bersama kenangan yang masih membayangimu.

Mungkin tidak akan semudah itu aku melepaskanmu. Aku akan terus belajar untuk melewati rasa sakit ini. Aku sadar, tidak seharusnya aku merebut kebahagianmu yang baru.Tidak seharusnya aku mengusik bagaimana kamu menjalin hubunganmu dengan wanita pilihanmu.

Terima kasih telah mengisi hidupku dengan kenangan indah bersamamu 🙂