Entah apa yang ada diotak dan pikiran Kamu seorang gadis remaja yang mencoba mendekati dan memberi perhatian kepadaku seorang pria yang sudah melewati masa remajanya. Aku yang pada waktu itu masih merasakan sakit hati diperlakukan tak adil dari sebuah dinamika percintaan yang akhirnya aku terhempas seperti ampas.

Kehadiran si gadis yang Aku pikir mungkin hanya perasaan kagum atau suka kepadaku, sehingga mencoba mendekatiku sembari memberi perhatian kepadaku. Mulanya Aku tidak mempedulikan konsep perhatian yang Kamu berikan kepadaku. Hari demi hari si gadis tetap berusaha memberi perhatian kepadaku, Aku mulai memberi sinyal dengan memberi respon si gadis. Dari bertanya kabar, menceritakan kesibukan masing-masing, menceritakan hal konyol, hingga saling mendukung. Tak tahu apa sebabnya aku tertarik kepada gadis itu dengan menawarkan konsep perhatian yang sedikit aneh.

Pikirku ah gadis itu sama saja seperti gadis yang lain yang sedang berusaha merebut perhatianku

Aku selalu berpikir ini hanya perasaan kagum atau perasaan suka yang Kamu punya kepadaku hanya temporer dan ternyata Aku salah, ya Aku salah!!! ternyata Kamu gadis remaja itu dengan beraninya mengungkapan isi hati yang sesungguhnya. Gadis itu mengungkapkan kepadaku bahwa dia sayang kepadaku dan merasakan sebuah kenyaman dari diriku. Bohong! itulah respon pertamaku. Aku bingung seketika dan lagi-lagi Aku berpikir rasa sayang dan kenyamanan yang Kamu punya hanya sebuah utopia perasaan, ya hanya omong kosong, Aku tidak peduli dengan apa yang Kamu rasakan.

Aku sarankan kamu pahami aku dulu karena tak mudah mengerti aku.

Advertisement

Setelah melewati hari demi hari dan juga komunikasi yang semakin intens baik melalui chat maupun telepon, kita mulai mencari waktu dan kesempatan untuk sekedar jalan, menonton film, pergi ke toko buku, hingga untuk sekedar makan. Tak ada kata canggung diantara kita yang saling bercanda. Bagiku bentuk perhatian dan kehadiranmu seperti oase di hatiku yang gersang karena luka di masa lalu yang masih pilu.

Kelembutan hatimu hancurkan angkuh hati sirnakan kecewaku dimasa yang lalu.

Perlahan dari kedekatan itu aku dan kamu mulai mengenal dan memahami satu sama lain. Aku yang awalnya tidak memiliki perasaan apapun untuk gadis itu, tak disangka tak diundang rasa itu hadir di dalam hatiku. Hatiku seperti digores kembali oleh cinta. Memang konyol, secara perlahan Aku memiliki rasa kepada gadis itu! Aku perlahan mempelajari, mengenali, serta memahami kepribadian gadis tersebut. Itulah niatku harus aku katakan aku senang menjalaninya.

Aku cinta caramu mencintai aku secara perlahan kamu membuka pintu hatiku yang sudah tertutup.

Jikalau boleh jujur sekarang aku sayang kamu. Benar saja lagi-lagi aku berpikir dari rasa sayang yang aku miliki Apakah kita butuh status ? atau hanya saling menyayangi tanpa ikatan status? perempuan seusiamu pastinya membutuhkan status. Karena keadaan membuat hubungan kita teralienasi dari apa yang disebut status, sehingga aku belum bisa menjanjikan banyak hal kepada kamu. Tetapi aku punya niat dan punya tujuan baik dari rasa sayang yang aku miliki, setidaknya hubungan kita yang masih semu tidak berjalan di tempat. Karena Tuhan aku Allah SWT selalu menyediakan banyak jalan selagi niat dan tujuan yang kita miliki baik. Dalam proses perjalanan ke depannya aku berharap semoga aku dan si gadis sama-sama saling memperbaiki diri masing-masing. Tak lupa di dalam doaku setelah beribadah aku menyelipkan namamu, aku berdoa untuk kita semoga diberikan yang terbaik dari hubungan yang masih semu ini.