Aku wanita yang bertahan untuk meluluhkan hatimu. Oh, tapi kamu kemungkinan besar tak akan peduli. Tenang, aku tak pernah putus asa untuk meyakinkanmu; bahwa kamu bisa sayang terhadapku seperti perasaanku terhadapmu.

Untuk pertanyaan yang sering kamu lontarkan kepadaku; "Kenapa kamu sesayang itu terhadapku?" Aku menjawab; "Aku tak punya alasan untuk bisa sesayang itu terhadapmu karena aku tak mau banyak bicara perihal itu. Aku tak mau bilang aku setulus itu ke kamu. Biar waktu dan kamu yang menilai betapa aku sesayang itu dan ingin menua bersamamu."

Kamu sosok laki laki yang pantas untuk aku sayangi setelah ayahku. Aku yakin kamu akan memberikan yang terbaik kepadaku dan seluruh tentang aku. Kamu tak perlu ragu atau terpikirkan bahwa aku akan membohongi perasaan itu.

Yang perlu kamu tahu juga bahwa ini bukan sebuah ambisi untuk memilikimu.

Perjalanan kisah cinta kita akan menjadikan sebuah dongeng kelak untuk anak dan cucu-cicit kita. Ada serorang wanita seperti aku, yang mempertahankan seseorang yang aku tahu sebagai "yang terbaik". Tak akan pernah salah jika wanita memperjuangkan cintanya; asal tidak menjatuhkan harga dirinya. Selagi itu tulus tanpa penjelasan yang berlebihan, sah sah saja!

Advertisement

Aku cukup gembira karena sekarang kamu sudah menunjukkan kalau kamu sudah bisa menerima aku sebagai pilihan. Walau aku tahu bayangan masa lalumu masih menghantui pikiranmu, perlahan kamu membawa aku ke keluargamu dan mengakrabkan aku dengan mereka. Hmm, sehingga ibumu melontarkan kalimat keramat; "Kapan kalian siap untuk menikah?"

Bahagia tak terkira. Jelas rangkaian kebahagiaan itu bermula sejak kamu bisa menerima rasa sayang ini. Dan aku yakin, kamu pasti mempunyai rasa sayang yang sama terhadapku. Sementara semua masa lalumu tak pernah sampai ke orangtuamu, akulah yang beruntung mendapat kesempatan itu!

Aku harap niat baik kita akan diberkati dan terlaksana menurut izin-Nya. Amin.