Telah lama menjalani sebuah hubungan bahkan hingga 6 tahun dengan seseorang yang kamu begitu yakin akan menjadi pasangan hidupmu kelak. Jatuh bangun melewati hari bersama, susah dan senang bersama. Begitu banyak cobaan yang datang tapi kalian mampu melewatinya. Hingga perasaan jenuh itu datang, wanita mulai menuntut prianya dan prianya merasa wanita terlalu banyak menuntut, semua merasa merekalah yang terbaik.

Perdebatan datang setiap hari, pertengkaran lebih sering terjadi dari pada candaan, hingga akhirnya kalian sampai pada titik yang sangat melelahkan dimana tidak ada lagi tawa, yang ada hanya air mata. Tapi anehnya orang melihat hubungan itu begitu mulus, begitu bahagia dan semua terus menyemangati agar kalian tetap bertahan dan kalian pun berusaha bertahan. Tapi apa kalian bahagia?

Tentu saja kalian tidak bahagia dan kalian pun pisah begitu saja. Pria tidak memberi kabar dan wanita pun diam saja dan kalian pun menikmati kesendirian kalian. Mungkin kalian berpikir emang seharusnya seperti itu, bahwa kalian butuh waktu untuk sendiri, untuk introspeksi diri. Tapi pertanyaannya berapa lama? Sampai kapan? Tidak ada kejelasan disini, semua abu-abu!

Dalam situasi ini banyak cobaan yang datang, hati kalian diuji. Ada orang lain yang mendekat dan menawarkan kebahagiaan. Kesetiaan mulai goyah, hati mulai bertanya-tanya, apa dia jodohmu atau dia hanya sekedar hadir untuk menguji kesetiaanmu? Saat itulah begitu banyak masukan datang. Ada yang mengatakan kamu akan menyadari bahwa pantas atau tidaknya dia untuk diperjuangkan, ketika kamu mulai menjalani hubungan dengan orang lain.

Kalian ingin mencobanya tapi ada ketakutan di hati kecil kalian, bagaimana jika ternyata benar bahwa dialah yang terbaik, tapi dia tidak akan menerima kamu kembali setelah tahu bahwa kamu tidak setia, kamu telah menjalin hubungan dengan orang lain. Apa yang akan kamu lakukan?

Advertisement

Dan bagaimana dengan dia yang baru hadir? Apa kamu tidak memikirkan perasaannya? Bagaimana jika dia terluka, bagaimana jika ternyata dia tidak seperti yang kamu harapkan. Bagaimana? Tiba-tiba aku teringat sebuah lagu dari Don Meon.

God will make a way
Where there seems to be no way
He works in ways we cannot see
He will make a way for me
He will be my guide
Hold me closely to His side
With love and strength for each new day
He will make a way He will make a way

By a roadway in the wilderness He`ll lead me
And rivers in the desert will I see
Heaven and earth will fade
but His Word will still remain
He will do something new today

Berdoalah dan minta petunjuk dari-Nya, jika pada akhirnya kalian ditakdirkan bersama maka kalian akan dapat mengendalikan hati kalian. Tetapi jika memang kalian harus benar-benar mengakhiri hubungan kalian maka hati kalian akan menerima orang lain untuk masuk dengan sendirinya.

"Percayalah Tuhan akan membuka jalan"

Untuk kekasihku yang sangat aku cintai, kekasih abu-abuku kembalilah jika kamu merasa akulah yang terbaik, aku masih menunggu. Tetapi tidak terlalu lama karena hidupku harus terus berjalan.