Kehidupan ini ibarat labirin, dimana terdapat banyak jalan dengan berbagai bentuk dan keadaan, pun ada dinding-dinding sebagai pembatas antar jalan yang satu dengan jalan yang lain. Dan kita adalah manusia-manusia yang berada pada labirin itu, berjumpa dengan manusia lainnya dengan tujuan yang sama (mencari jalan keluar) tapi tak semua memilih jalan yang sama.

Teruntuk kamu yang suatu saat nanti kujumpai di salah satu bilik labirin dan memilih untuk selalu berada di jalan yang sama denganku, sedang di bilik labirin yang manakah sekarang kamu berada? Di bilik yang berbeda atau justru berada pada bilik yang sama denganku namun belum saling menyapa? Bagaimanakah keadaanmu sekarang? Semoga kamu selalu baik-baik saja dimanapun kamu berada.

Jodoh akan datang diwaktu yang tepat, secepatnya. Setepatnya.

– Panji Ramdana

Teruntuk kamu yang kelak akan menjadi imamku,

Apakah kamu ingin segera bertemu denganku? Apakah terkadang kamu merindukanku (sosok yang belum pernah kamu tahu) ? Apakah setiap hari kamu selalu mendoakanku? Maaf jika aku terlalu banyak bertanya, padahal kamu belum sempat menjawab salah satunya.

Advertisement

Tentang pertemuan kita, semoga kita saling mendoakan untuk sebuah kesabaran. Aku percaya saat itu akan tiba diwaktu yang tepat dan dengan cara yang begitu istimewa, yang bahkan imajinasi kita tak sampai mengandaikannya.

Semoga doa kita selalu terjaga dan bisa saling menjaga.

“Ya Allah, jagakanah jodoh hamba hingga Engkau pertemukan kami suatu saat nanti. Berikanlah padanya kesehatan, keselamatan, kesuksesan dan kebahagiaan serta mudahkanlah segala urusannya. Dekatlah dia pada segala kebaikan dan jauhkan dari segala keburukan. Jatuh cintakan dia padaMu dan rindukan dia pada surgaMu. Jagakanlah kami selalu dalam kebaikan dan rasa syukur kepadaMu. Hingga suatu saat nanti Engkau tautkan hati kami karena ridhoMu. Amin “

Hai pendamping hidupku kelak, apakah doamu sama denganku? Apapun doamu untukku, pasti kamu juga berdoa untuk kebaikanku, kebaikan kita. Dengan senang hati akan aku aminkan segala doa baikmu, semoga Allah mengabulkan. Janganlah risau dengan pertemuan kita. Ingatlah bahwa janji Allah adalah benar. Biarkan kita tetap seperti ini, biarkan kita saling terpeluk dan terjaga dalam doa.

Terus memohonlah pada Allah agar Dia menjaga kita, walau dalam doa kita tak bisa saling sebut nama, tapi Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Kita percaya bahwa sebaik-baik rencana adalah rencana Allah, begitu kan?

Cinta itu bukan membawa tangis, bukan buat putus asa. Tetapi cinta itu menguatkan hati menghidupkan pengharapan

– Tenggelamnya Kapal Vanderwijk

Cinta yang tulus itu menerima apa adanya. Cinta yang tulus itu selalu memberi dan memahami. Apa kamu setuju dengan pernyataanku itu? Aku harap bagaimanapun kita, kita akan saling bisa menerima apa adanya. Akan kuberitahu sedikit tentangku, tidak perlu semuanya agar kelak kamu dapat mengenalku dengan caramu, bukan ceritaku.

Aku adalah sosok yang bisa dibilang (sangat) bawel. Aku akan mengomelimu ketika kamu telat makan, telat bangun, tidur larut malam, tidak memperhatikan kesehatan dan aku paling tidak suka jika kamu merokok. Ah, semogalah kamu bukan penikmat rokok. Menurutku, itu menyiksa diri sendiri secara perlahan. Sebab melaluinya, kamu menghisap sedikit demi sedikit racun yang terkandung didalamnya dan membiarkannnya masuk ke dalam tubuhmu.

Jika kamu menyayangi dirimu sendiri, tentu kamu tidak akan melakukan hal itu, bukan? Apalagi jika nanti kamu telah menjadi ayah dari putra-putri kita, tentu kamu tidak mau aku dan anakmu menghirup asap berbahaya itu kan? Sebab kamu menyayangi kami.

Aku juga sosok yang suka direpotkan, karena itu berarti aku dibutuhkan. Aku akan dengan senang hati menyiapkan baju kerjamu, menyiapkan air hangat untukmu mandi, membuatkan secangkir kopi atau teh setiap pagi, dan memasak makanan untukmu. Untuk yang terakhir, berpendapatlah dengan jujur, bicaralah jika masakanku terlalu banyak garam atau justru susah dirasakan. Maafkan aku, aku tidak pandai memasak. Tapi aku akan terus belajar hingga kamu selalu rindu makan dirumah bersamaku dan putra-putrimu. – suatu saaat nanti

Satu lagi, tidak lepas dari kata ‘bawel’. Aku lebih suka terbuka, saling bercerita. Jadi ceritakanlah apapun yang ingin kamu ceritakan, begitupun aku padamu. Agar kita senantiasa berbagi, saling mendengarkan, mengingatkan dan menasehati, saling menenangkan dan menyayangi. Hingga kita menua nanti, saling menguatkan dan senantiasa saling menemani. Kamu tentu tidak keberatan, bukan?

Oh ya, aku bukanlah gadis kekinian, aku adalah diriku sendiri dengan berbagai kesederhanaan, banyak kekurangan dan juga tidak pandai berdandan. Dan jika kamu bersedia menerima segala kekuranganku, tentu akan lebih mudah bagimu untuk menerima kelebihanku, begitu kan?

Semoga kelak kita akan selalu bisa saling melengkapi, bersama memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Dia Yang Maha Abadi.

Ketika ekspresi rindu adalah doa. Tak ada cinta yang tak mulia.

Azhar Nurun Ala – Tuhan Maha Romantis

Jelmakanlah setiap rindumu menjadi sebaris doa untukku Hingga saat nanti kamu menjadi imamku dan amin kita bertemu. Tetap jaga doamu, begitupun aku. Semoga kita senantiasa terjaga dalam ridhoNya hingga kita bersama nanti menuju jannah-Nya