Malam itu kamu memelukku erat sekali, membuat kita saling diam menikmati kehangatan yang menjalar, dinginnya angin malam sama sekali tak mampu menembus hangat yang kamu ciptakan. aku semakin nyaman, terbuai oleh kehangatan semu. tak ingin sedetikpun aku melepaskan pelukan ini.

Aku merasakan detak jantung dan merasakan deru nafasmu yang semakin membuatku tak rela seinchipun jauh darimu. Tatapanmu yang lembut kearahku membuatku semakin tersipu, mata itulah yang membuatku semakin tersihir oleh kharismamu.

Sesekali kamu mencium pipiku, dengan lembutnya bibirmu menyentuh kulitku, dan semakin mendekapku, membelai rambutku, membuat jantungku berdegup semakin kencang dan semakin kencang lagi hingga tak beraturan.

Bila aku mampu hentikan waktu, akan ku hentikan agar aku bisa seperti ini sedikit lebih lama.

Menit-menitpun berlalu dengan sangat indah tanpa bisa ku hentikan. Kamu semakin merajai hatiku. pikiranku semakin dipenuhi olehmu, aku semakin mendekapmu erat menahan airmata yang sebentar lagi akan jatuh, sebisa mungkin aku berusaha tersenyum semanis yang aku bisa.

Advertisement

Karena aku berjanji ini terakhir kalinya aku mendekapmu. aku ingin menjauhimu sebisaku. Malam semakin larut,. tumpukan batang rokokmu yang sudah habis pun semakin banyak. kita masih saling diam. aku tidak mengerti apa yang kamu pikirkan, akupun tak ingin tahu.

Hari ini aku sudah berusaha untuk menghapus semua aksesku untuk menghubungimu, sebisa mungkin tidak membalas pesanmu. ketahuilah mengabaikan orang yang aku cintai tidaklah mudah, tidak akan pernah mudah.

Bau asap rokokmu yang dulu aku benci setengah mati, kini begitu aku rindukan. Aku benci kebiasaanmu yang memacu kencang sepeda motormu kini aku begitu merindukannya.

Kebiasaanmu mengganggu tidurku dengan rentetan teleponmu sudah tidak ada lagi tapi kini aku tetap tidak bisa tidur nyenyak karena merindukanmu. Banyak hal yang begitu aku rindukan darimu, tidak akan muat jika aku harus menjabarkan semuanya disini.

Aku tahu ini rasa yang seharusnya tidak pernah ada. Rasa rindu ini berubah menjadi rasa yang paling aku benci, karena rindu ini membuatku sesak dan membuatku tidak bisa tidur semalaman. tidak seharusnya aku merindukan laki-laki yang sudah memiliki kekasih.

Tak selayaknya aku mencintai lelaki yang sudah ada nama wanita lain di hatinya. Biarkan kini aku menyimpannya untukku sendiri. Tetap mencintaimu dalam diam tanpa perlu seorangpun tahu.

Maaf dengan terpaksa kamu harus aku abaikan.