Dear seseorang yang lagi-lagi menjadi alasanku untuk tetap menunggu di sini. Kamu apa kabar?Baikkah? Bagaimana dengan kehidupanmu? Lancarkah? Semoga yang baik selalu tercurah di setiap perjalananmu. Terutama dalam perjalanan menujuku.

Bayangan dirimu sebenarnya sudah sangat lama aku rasakan. Rasa-rasanya kamu akan segera tiba. Tapi nyatanya, enggan datang jua. Aku mencoba bersabar hingga menunggu tanpa lelah dan berharap jika kamu pasti akan datang tepat pada waktunya. Entah kamu itu adalah seseorang yang hingga saat ini namanya masih kusebut dalam setiap doa atau malah seseorang yang tidak pernah kukenal sekalipun.

Teruntuk seseorang yang saat ini masih kusebutkan namamu di setiap hela nafasku, kamu apa kabar? Apakah kamu bisa merasakan setiap kali namamu kudengungkan dalam detak jantungku? Iya, aku sangat berharap jika jawaban itu adalah “iya”. Aku sangat berharap jika kau adalah jawaban dari penantian panjangku. Aku berharap jika kamulah yang akhirnya akan selalu berada di sisiku selamanya. Aku berharap jika kamulah yang akan selalu mendengar ceritaku mulai dari hal sepele hingga bisa membuatku meleleh. Kamu, iya kamu, apakah kau bisa merasakan semua keinginanku itu?

Teruntuk seseorang yang saat ini masih sangat ku harapkan kehadirannya. Apakah kamu masih menginginkanku? Ah, kurasa tidak. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi pada hubungan kita. Aku tidak mengerti. Apalagi orang lain yang hanya mendengar semuanya dari mulut orang yang jelas-jelas tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Jujur, aku tidak peduli orang-orang akan bilang apa tentang hubungan kita. Yang terpenting adalah dirimu. Dirimu yang selama ini kuinginkan walau nyatanya selalu menyakitkan.

Lelah sebenarnya sudah kurasakan sejak lama. Tapi rasa lelah itu tidak sanggup menghentikan langkahku. Ternyata rasa cintaku melebihi rasa lelah itu sendiri. Hingga akhirnya kata lelah tidak akan pernah menjadi penghalang dalam hubungan kita. Apalagi kata bosan. Kau tahu, aku tidak pernah mengalami yang namanya bosan ketika menjalani hubungan denganmu. Mungkin kau pernah, sangat mungkin malah. Tapi semua itu tidak akan bisa menghentikan langkahku. Semua kejenuhan yang ada akan terkikis semua oleh rasa cinta yang sangat besar.

Advertisement

Aku sudah belajar kehilanganmu. Aku sudah belajar menjadi seseorang yang sabar dan tidak menuntut apa yang seharusnya terjadi dalam percintaanku. Aku berserah. Aku menyerahkan semuanya kepada Dia yang jelas-jelas memiliki hak mutlak untuk menentukan perjalanan setiap hamba-Nya. Hingga akhirnya aku mencoba untuk mengikhlaskanmu berulang kali. Gagal? Iya, aku pernah gagal. Aku bukan gagal melupakanmu tapi gagal untuk menggantikan posisimu dengan yang lain. Aku gagal total pada saat itu.

Hingga akhirnya aku sadar jika Tuhan memang mengizinkanku untuk tetap menempatkanmu dalam hatiku. Tapi aku mulai bertanya-tanya. Apakah Tuhan juga mengizinkanmu untuk menempatkan aku pada hatimu? Entahlah, aku tidak tahu. Walaupun rasanya ingin kukatakan jika aku sangat menginginkan itu. Tapi lagi-lagi aku tersadar jika Tuhan yang menentukan semua. Maka aku hanya menunggu. Menunggu dengan waktu yang terbuang tidak sia-sia. Masa penantianku akan terhabiskan oleh sesuatu yang berkualitas. Sesuatu yang akan mengubahku menjadi lebih baik.

Teruntuk seseorang yang saat ini masih saja kupikirkan, apakah kamu sama sepertiku? Yang selalu memikirkanmu di setiap kegiatanku. Selalu mengkhayalkanmu di setiap bayangan masa depanku. Selalu memikirkanmu bahkan di tempat ramai sekalipun. Ah, aku rasa aku sudah gila. Tapi semua itu akan ku nikmati prosesnya. Selagi rasa itu masih ada, berarti Tuhan masih mengizinkan.

Teruntuk seseorang yang cuek dan terlalu banyak rahasia, kamu adalah segalanya. Dan semoga saja “segalanya” itu tidak akan pernah berubah menjadi “tidak ada apa-apanya”. Sampai kapan kamu seperti ini terus? Selalu memberikan harapan dan tiba-tiba membuang harapan itu jauh entah ke mana? Sampai kapan kamu seperti ini terus? Datang sesuka hati dan hilang tanpa permisi. Ah kamu terlalu suka memainkan hati. Hingga kamu tidak menyadari jika permainanmu itu sudah berhasil menjatuhkanku berulang kali.

Teruntuk seseorang yang hingga saat ini masih selalu hadir dalam mimpiku, aku memasrahkan semuanya kepada Dia. Biarlah Tuhan yang menentukan akhir cerita kita. Bahagiakah atau malah tragis. Semua akan aku terima dengan lapang dada. Dan semua akan aku tunggu hingga rasa itu memang benar-benar musnah entah kemana. Hingga aku sudah tidak peduli lagi ketika namamu di sebut. Atau hingga aku sudah tidak bisa mengingat lagi seperti apa rupamu.

Jodoh itu sudah ada yang mengatur. Entah kamu atau dia, seseorang yang tak pernah terpikirkan sama sekali. Aku menunggumu. Entah “kamu” itu adalah kamu atau dia yang hingga saat ini tak tahu bagaimana rupanya. Aku akan tetap menunggu sambil tetap memantaskan diriku hingga akhirnya aku tidak akan pernah malu menampakkan siapa diriku sebenarnya.

Memantaskan diri merupakan solusi terbaik yang selalu ada saat ini. Memantaskan diri adalah jalan yang bisa membuat kita tidak akan pernah kecewa walaupun akhirnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Aku akan memantaskan diri sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku akan memantaskan diri demi kamu calon masa depanku.

Aku tidak bisa membayangkan sama sekali seperti apa rupamu. Tapi aku janji, aku akan mempercantik diri hingga aku layak berada di sampingmu. Aku juga tidak tahu bagaimana perangaimu. Tapi aku janji, aku akan memperbaiki perilaku hingga perangaiku bisa mencegahmu untuk menjadi seseorang yang berperangai buruk. Aku juga tidak tahu bagaimana dengan mimpimu. Tapi aku janji, aku akan menggapai semua mimpiku hingga akhirnya hanya tinggal mendampingimu untuk bisa menggapai semua mimpimu.

Teruntuk seseorang yang entah sedang berada di mana. Aku sangat merindukanmu. Aku sangat menginginkan kehadiranmu. Aku sangat ingin melihatmu. Aku sangat ingin mengetahui seperti apa dirimu. Aku tidak pernah berhenti untuk meminta pada-Nya untuk disegerakan bertemu denganmu. Aku tidak pernah berhenti untuk berharap dan meyakini jika kau pasti akan datang. Bergegaslah sayang, aku sudah lelah. Aku sudah sangat ingin bersamamu. Jadi bergegaslah, mari kita jalani hidup bersama dan menggapai semua mimpimu yang saat ini belum sempat kau penuhi.

Teruntuk seseorang yang sudah ditakdirkan untukku, aku tidak akan pernah berhenti menunggu. Lihatlah nanti, kau akan terkejut melihatku. Seolah kau sedang memandangi dirimu sendiri. Seolah kau memiliki saudara kembar yang tak pernah kau bayangkan keberadaannya. Kemarilah wahai calon imamku, aku sudah sangat merindukanmu. Bergegaslah, aku siap menyambutmu.

The last, siapapun nantinya yang akan menjadi jodohku, aku menerimamu apapun keadaannya. Biar Tuhan yang menggerakkan hatiku hingga aku tahu jika seseorang itu akhirnya telah datang. Biar Tuhan yang menggerakkan hatimu hingga kau sadar jika akulah akhir perjalananmu.

Selamat menanti dan selamat memantaskan diri.