1. "Cinta" Kata Yang Selalu Aku Hindari

Memang seperti itu kenyaataannya, ketika semua orang berbondong-bondong, saling berlomba satu sama lain bahkan saling menjatuhkan untuk mendapatkannya, entah kenapa aku hanya berdiam diri. Hanya mampu mendengar dan melihat euforia aneh yang mereka alami. Tanpa sedikitpun hati ini bergeming untuk mengikuti euforia itu.

Mungkin pada saat itu orang-orang melihatku sebagai sosok yang cuek, dingin, naif, bodoh dan entahlah apa lagi yang mereka katakan tentangku. Aku tak pernah ambil pusing, toh itu hak mereka untuk berbicara. Setiap tindakan, selalu ada alasan yang menyertai. Kalian hanya tidak tau saja alasanku hehehe.

Aku gadis yang dibesarkan oleh orang tua yang “super protektif” kata lain dari kasih sayang. Selama bertahun-tahun aku dilarang untuk mengenal cinta dari lawan jenis, dan pada dasarnya aku bukan tipe manusia pemberontak seperti kebanyakan orang. Bisa ditebak dengan mudah kan? Tentu saja aku mengikuti aturan itu, karena ada sebuah perjanjian yang aku jalankan dengan diriku sendiri.

Tapi setiap tindakan, ada konsekuensi yang harus diterima. Aku yang pada dasarnya introvert, semakin menjadi sosok yang pendiam dan tertutup. Sampai pada suatu ketika, aku dihadapkan pada kejadian yang membuatku membenci kaum adam, dan semakin memantapkan hatiku untuk takkan pernah mengukir nama laki-laki di sana.

2. Kau Datang dan Menyelamatkanku

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ya, tentu saja, bahkan mereka yang mengaku cenayang pun takkan bisa. Masih basah dalam ingatanku, hampir 1 tahun silam kau berdiri di sana, menghampiriku dan menjabat tanganku dengan tulus. Kau memaksa datang di hari bersejarah, wisudaku. Aku masih ingat betapa lucunya kau saat itu, ehmm, maksudku kau tampak kaku dan formal. Tapi percayalah, aku juga seperti itu, hanya saja aku lebih pintar menyembunyikannya.

Advertisement

Seperti sudah ditakdirkan yang diatas, tanpa melalui proses yang panjang, kita memutuskan untuk menjalin hubungan. Telah banyak yang berusaha menembus dinding pertahanan egoku, tapi kau laki-laki pertama yang mampu merobohkannya. Kau laki-laki pertama yang mengukir senyum manisku, dan kau pula lah yang membuatku untuk pertama kalinya merindukan matahari setiap pagi.

Sampai detik ini rasa itu tak pernah berubah, walaupun aku dingin dan terkadang acuh tak acuh. Tapi percayalah, setiap detik aku selalu memikirkanmu.

3. Kau Menjanjikan Masa Depan Untuk Kita

Hari, minggu, bulan dan musim berganti begitu cepat, tapi semenjak kau berada di sisiku aku hanya mengenal satu musim yaitu semi. Dimana bunga-bunga saling berlomba bermekaran dan takkan pernah kubiarkan layu.

Seiring berjalannya waktu, kita sama-sama mengenal dan mulai memahami kekurangan yang ada pada diri kita. Pertengkaran pun tak bisa dihindari, tapi kita telah berjanji untuk terus bersama membangun asa di masa depan. Meski kini jarak menguji hubungan kita, tapi aku yakin kita pasti mampu melewatinya, karena setiap waktu kita selalu berusaha dan berdoa pada yang maha kuasa, agar cerita kita kekal abadi.

Terima kasih sudah hadir di hidupku dan menerimaku apa adanya. Sungguh raga ini tak layak bersanding denganmu yang kuanggap sempurna. Sekali lagi, meskipun aku cuek dan sering membuatmu jengkel, tak bisa kupungkiri aku mencintaimu sungguh… Untukmu lelakiku, sampai saat itu tiba, kuharap kaulah yang menjadi cinta pertama dan terakhirku. Semoga…