Kita disebut mahkluk sosial karena kita tidak bisa hidup sendiri.

Kita membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidup kita di planet bernama bumi ini. Kita tentu sepakat bahawa sejak kita masih duduk dibangku sekolah dasar, semua guru atau orangtua kita serta orang-orang terdekat kita selalu mengajari kita untuk berbuat yang baik-baik saja. Mereka juga sering menasehati kita agar kelak kita tumbuh menjadi manusia yang baik dan suka menolong sesama.

Sayangnya tidak semua orang memegang erat semua hal baik yang sudah diajarkan saat masih kecil. Di dunia sekolah banyak yang mulai curang dan nakal. Mungkin kecurangan di dunia sekolah atau dunia perkuliahan tidak terlalu terlihat atau bahkan orang disekeliling tidak ambil pusing karena berpikir masih pelajar.

Selepas kuliah tentu segala hal sudah berbeda. Apalagi jika kita memasuki dunia kerja dan bertemu dengan orang-orang bermuka dobel. Yap, orang-orang bermuka dua yang kita temui di dunia kerja ini memang lebih ganas dan lebih berbahaya. Jika kita tidak waspada maka kita akan menjadi mangsa yang siap ditrekam kapan saja.

Oke kita boleh saja menjadi orang baik dan melakukan segala hal dengan cara baik-baik. Tetapi menghadapi orang dengan muka dobel benar-benar butuh kesabaran ekstra dan dilarang baper. Gimana nggak butuh kesabaran ekstra coba jika dia didepan kita manis dan dibelakang kita menusuk kita. Kalau udah kayak gitu kita dilarang baper. Kalau kita baper kita nggak bakalan nyaman dengan lingkungan kerja kita.

Advertisement

Cara paling ampuh menghadapi orang bermuka dobel memang menjauhinya. Tetapi di dunia kerja kita nggak bisa sembarangan menjauhi orang apalagi jika kita berada dalam satu tim yang mana berhubungan dengan pekerjaan. Pasti itu hal memuakkan yang harus kita jalani. Manis diluar dan busuk di dalam, seperti itulah orang-orang bermuka dua bersikap. Terlihat profesional dengan penampilan yang maksimal tetapi kerjaan nggak pernah beres.

Duh, menghadapi orang seperti ini memang butuh kekuatan doa. Jika kita tidak bisa bergerak, mungkin doa-doa kita tembus ke langit dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Orang-orang dengan muka dobel merupakan sosok ter-egois yang ada di planet bumi ini. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri. Yang penting mereka baik-baik saja dan nggak peduli dengan orang lain. Oh My God, kita bisa apa coba kalau udah kayak gitu?!

Tetap berusaha melakukan yang terbaik dan tidak boleh terkontaminasi.

Sudah saatnya setiap orang berubah menjadi lebih baik. Bukankah kita hidup hanya sebentar saja di dunia ini? Lalu kenapa kita harus bersikap seperti matahari yang angkuh. Sudah seharusnya kita menjadi manusia lebih baik dari kemarin. Semoga saja orang-orang dengan muka dobel penuh kemunafikan segera sadar diri dan menjadi lebih baik lagi.

Jika memang bisa hidup nyaman tanpa perlu menyakiti orang lain kenapa harus membuat orang lain tersakiti?