Hey kamu yang buatku kau adalah sebuah makna hadirnya dirimu tentunya bukan hanya semata-mata sebagai kekasih kau adalah makna dalam hidupku kau lengkapi kekuranganku kau pendampingku belahan jiwaku tidak ada kata yang dapat melukiskan hati ini, ohh betapa beruntungnya aku adalah pemilik hati yang sempurna tampannya perilaku lembutnya kata gagahnya pemikiran, maafkan aku yang tak lepas dari ketidaksempurnaan dalam mencinta, kau melengkapi itu semua

Hey pemilik hati yang dirindukan

Akankah ia pulang

Dermaga cinta menunggu ditepian

Tak sadar terlelap dalam gelap yang menggenang

Hausnya aku akan cinta tak lantas aku membabibuta, kita arungi lautan yang terhampar didepan mata bagai nelayan dengan perahu kecil yang di kukuhkan dengan niat “lahaulla” di hias dengan doa di bentengi dengan keikhlasan berlayar mengikuti arah pasang surutnya ombak kita lalui badai yang menerjang tak pantas membuat perahu kita hancur kita tidak kokoh kitapun tidak rapuh dalam samudera luas membentang memang kapal kita berkali goyah tapi kita mampu sampai ketepian,

Wahai engkau yang hatinya dimiliki oleh aku yang jauh dari kata sempura tetaplah jadi nakhoda dalam perahu kecil kita masih jauh kita harus berlayar untuk saat ini masih bisa dikatakan perjalanan kita masih panjang untuk menikmati indahnya pemandangan sunset jingga keemasan seperti yang kita dambakan, aku disini akan tetap bersamamu mendampingimu untuk menuntunku pada surga yang dirindukan.