Aku hanya bingung tak mengerti, kenapa ini melulu tentangmu yang tak bisa kubiarkan berlalu. Aku hanya bingung tak mengerti, kenapa sore itu terjadi dari rentetan waktu yang kita luangkan untuk sekadar bertemu. Jika memang dunia penuh rahasia lantas kenapa aku tak boleh tahu maksudnya?

Dia yang begitu membekas, namun tak bisa aku ringkas dan kulepas dengan ikhlas. Aku yang begitu jatuh dan berdiri namun tak tahu diri, meminta dia tapi takkan pernah terjadi. Cukup bermimpi kalau-kalau dengannya aku bisa berimajinasi.

Berbicara tentang kisahmu yang sayu buatku meragu tentang aku. Padahal itu cerita indah dirimu di masa lalu. Padahal yang kutahu kau tersenyum dengan harap-harap menatap siapa sebenarnya diriku. Lagi, detak jantung jumat sore itu membuatku rindu. Kau yang tak pernah bisa kulepas dan diriku yang tak pantas, relakan aku mengagumimu walau mungkin kau tak mau.

Indah hidupmu di mataku, sayup-sayup kebahagiaan akan selalu bersamamu, aku berharap itu. Aku cukup tahu tentangmu yang hanya bisa kubaca lewat kalimatmu. Jika hatiku telah beku dan hanya bisa cair karenamu, cukup ucapkan selamat tinggal kepadaku dan kupaksakan diriku melawan kenyataan yang sungguh membebaniku.

Kita yang tak menanam apa-apa, juga takkan pernah memetik apa-apa.

Pernah kucoba tepis dan berpura-pura tak tahu, terlihat membuang kepala namun itu palsu belaka. Setiap harimu aku selalu ingin tahu. Tak bisa dipungkiri, kadang aku merasa sendu. Jangan pernah merasa bersalah dengan itu, itu lukaku di sudutku, jangan coba ramu dengan sudutmu.

Advertisement

Banyak yang datang menghampiri. Ya, aku dihampiri kali ini. Kau tahu, bagimana demam bertemu dengan gejala flu? Itu seperti aku di waktu itu. Waktu yang membuatku berlebihan dalam ingin terhadapmu, dan mereka yang coba dekat namun aku membatasi dengan kalimat "tak mau".

Dengan ini kukatakan, benar aku mencintaimu. Kalimat yang tak bisa kusampaikan dengan suara dan tatap mata. Kau yang tak bisa kupaksa, biarkan aku mencinta walau tak terbalas dalam nyata, biarkan aku mencinta namun aku sendiri yang rasa.

Dengan ini kuucapkan selamat berbahagia,

Surat Gasa untuk Nava