Untukmu sahabat..

Apa kabar kau hari ini? Ah, aku lupa ternyata kita sempat bertemu hari ini. Wajahmu begitu kusut dibasahi keringat. Baju tidur yang kau pakai tadi tak jauh beda dengan wajahmu, kusut. Hatimu juga sedang berantakan diporakporandakan mereka yang tak bertanggung jawab. Tetapi bibir merahmu dengan sedikit polesan lipstik tak pernah absen dari pandanganku. Itu ciri khasmu..

Kau tahu? Aku rindu ketika kau selalu bertingkah gila di depan umum. Aku rindu ketika kau tertawa lepas tanpa alasan. Aku rindu ketika kau memesan banyak makanan dan kau santap dengan wajah tanpa dosa. Ah, semua itu ku rindu. Lalu di mana sekarang?

Aku tahu kau sedang sibuk dengan laki – laki itu dan diam – diam kau jatuh hati padanya. Laki – laki yang tanpa permisi merebut hatimu, laki – laki yang selalu membuatmu berada di tempat paling indah. Tapi sayangnya dia telah jatuhkanmu ke tempat paling rendah. Aku tak bisa salahkanmu ketika kau jatuh hati padanya. Rasa itu datang tanpa diundang dan pergi tanpa pamit. Sakit itu juga datang tanpa dibuat – buat tapi terkadang kau sendiri yang membuatnya. Aku juga tak bisa salahkan laki – laki itu karena telah membuat sahabatku sibuk menata hati yang berserakan. Aku tahu laik – laki itu tidak sengaja merebut hatimu sementara dia telah sibuk menata masa depan. Menyakitkan memang..

Aku tidak bisa banyak berpesan padamu, yang ku tahu kau adalah seorang wanita yang tak pernah letih namun terkadang kau banyak mengeluh. Kau sudah dewasa, kau paham nyata itu seperti apa. Jangan lupa, selalu datanglah padaku ketika kau lupa arah dan hatimu sedang patah.