Dewasa ini mengajarkan ku banyak hal dalam hidup, pahit perih suka citanya kehidupan yang mengajarkan ku untuk menjadi perempuan yang kuat. Dan tak lupa tuk terus berusaha menjadi perempuan yang baik dengan terus beristiqomah di jalanNya.

Pagi itu aku melihat sosok itu, sosok yang begitu menenangkan dan selalu menebar senyum kepada teman-temannya yang lewat di sekitarnya. Sungguh terkesan akan sosok itu, namun ku kokoh kan kembali perasaan itu mungkin hanya sekedar kagum. Tak ku sangka waktu mendekatkan ku dengan mu, di setiap pekan yang ku ikuti selalu ada kamu. Ternyata pemikiran yang dewasa dan jauh dari kata “berpacaran” terus menyelinap di benakku tentangmu, Tuhan jangan biarkan hati ini jatuh untuk kesekian kalinya.

Ternyata kebersamaan itu yang meskipun jarang membuat sebuah perasaan yang semakin hari berusaha ku buang justru bermekaran semakin cepat. Jika perasaan ini datangnya dari mu, tolong simpan hingga waktu kan tiba saatnya. Namun, jika datangnya karena untuk menggoyahkan keistiqomahan ku jauhkan, buang segera Tuhan. Aku tak pernah berharap untuk bisa dekat dengan mu sebelumnya, karena aku tau dan lagi aku takut bertemu sosok sepertimu. Sosok sempurna yang dulu itu merupakan kriteria pencarian imam ku. Hehe

Akan tetapi terus ku sadarkan diriku, untuk jangan. Bukan saatnya dan belum saatnya. Dan aku juga sangat takut mengganggu iman mu, tak mau sama sekali tak mau itu terjadi. Menjauhlah dariku maka aku akan lega. Dengan itu akan mudah bagiku menyingkirkan perasaan yang tak seharusnya ada sekarang.

Namun justru berbanding terbalik, ada saja yang mengharuskan kita untuk bertemu bahkan menjadi sering. Tuhan aku takut dengannya, bukan karena rupanya yang menyeramkan. Namun karena imannya. Menajadi bayang-bayangnya saja ku rasa tak pantas apalagi bersamanya? Hanya Tuhan lah yang tau tentang yang terbaik. Aku adalah seorang perempuan yang pernah mengenal itu cinta, pernah merasakan ditinggalkan. Sedangkan dia? Ya Tuhan.. bergejolak hati ini terus memohon ampun atas apa yang pernah ku alami. Malu rasanya jika bersamanya, tentunya dia tau aku, aku yang seperti apa sebelumnya maka dari itu sungguhlah takut aku dengan perasaan itu.

Advertisement

Tuhan.. Engkaulah dzat yang Maha membolak-balikkan hati setiap hambamu, Ampuni aku..

Biarlah Tuhan dan seiring berjalannya waktu yang akan menjawab bagaimana kita nanti, masih kah perasaan itu ada, atau justru bertambah besar, atau malah mungkin hilang karena alasan lainnya. Biarlah, biarlah menjadi suatu teka-teki rahasia Tuhan yang ku percayai ketetapanNya begitulah sungguh indah.

Jika memang nanti dia benar sosok kriteria itu..

Pertemukanlah kembali Tuhan, dengan cara yang indah, cara yang mengaggumkan.

dan teruntuk kamu semoga Tuhan selalu menjagamu