Dalam hidup, kita sering menemukan ketidakpastian akan berbagai hal. Bahkan segala sesuatu yang sudah direncanakan pun sering sekali gagal. Bukan salah kita sebagai manusia untuk bingung atau ragu dalam menghadapi ketidakpastian, tapi bagaimana dengan orang-orang yang merasa bahwa mereka selalu diliputi dengan ketidakpastian itu sendiri?

Apalagi untuk hal yang sangat rapuh, ketidakpastian dalam mencintai seseorang.

Salah satu bentuk ketidakpastian itu adalah perpisahan. Ada yang menangis karena berpisah dan ada juga pihak yang berbahagia karena hal itu. Sebenarnya, tanpa kita sadari ketidakpastian akan hubungan inilah yang membuat kita secara psikologis takut untuk menemukan cinta yang baru, perasaan ingin sendiri dan ketidakpercayaan akan mendapat yang lebih baik lagi.

Hal itu, berlaku dalam hidupku. Aku merasa seperti dalam persimpangan jalan, sulit sekali untuk memilih, merasa kebingungan dan tidak berani untuk memutuskan sesuatu. 

Setelah aku dikhianati untuk kesekian kalinya, diri ini pun masih mau bertaruh dengan sang monster yaitu “cinta”.

Advertisement

Aku seperti kehabisan kata untuk menggambarkan dirinya seperti apa. Dia mampu membuatku tersenyum dengan kesederhanaannya. Cara dia memperlakukan ku juga benar-benar berbeda. Masih teringat jelas dalam ingatan, ketika ada pria lain yang memberikanku bunga dan yah karena dia tidak tahu cara bagaimana menjadi pria romantis, begitu ku menceritakannya. Alhasil, dia pun cemburu, dan keesokannya aku menemukan sebuket bunga mawar putih dihadapanku.

Dia juga selalu ada disaat aku membutuhkannya. Apalagi dia selalu mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk mampu membahagiakanku.  Selain itu, hal menarik tentang dia adalah dia juga mampu untuk sabar dan tetap bersamaku melewati gangguan bulanan yang selalu merubah keseluruhan mood-ku. Hingga tanpa sengaja, aku telah melukai hatinya hingga cukup dalam.

Terkadang aku sering menyesali, kenapa aku tidak mampu untuk mengendalikan diri ketika sedang tak bersama. Dalam hidupku, aku harus membuat seseorang yang mencintaiku dengan tulus terluka. Aku selalu diliputi akan ketakutan mengenai masa laluku, dimana seorang pria dengan gampangnya berkhianat, tapi aku tidak bermaksud untuk meninggalkan dia sama seperti aku ditinggalkan oleh seseorang dari masa laluku. Aku seperti merasa, bahwa semakin hari aku semakin takut untuk jatuh cinta dengannya dan bayangan mengenai nasib yang sama pun akan terulang seperti sebelumnya yakni aku harus ditinggal lagi oleh orang yang aku sayangi.

Aku sering bertanya kepada diriku, apa aku tidak pantas untuk mendapatkan seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus dan tidak berkhianat? Aku selalu mencari tau apakah ada yang salah dengan diriku atau sebenarnya bukan akulah yang salah melainkan seseorang dari masa laluku dan kini imbasnya adalah aku harus membuat seseorang yang tulus kepadaku terluka, hanya karena ketakutan akan masa lalu?Ya, disini aku yang menjadi penjahat ketika aku tersadar dia lah selama ini penawar atas racun yang ada dihidupku..

Maaf aku telah membuatmu sakit hati dan sedih, aku harap kamu masih mau memberikanku kesempatan dan tidak  membenciku.

Terimakasih juga untuk kamu yang selalu menguatkan dan mencintai aku disetiap kekurangan dan kelebihan yang aku miliki. Aku bahagia karena Tuhan telah mempertemukan aku dengan pria yang membuat aku bangga dengan diriku sendiri dan menghargai apa yang aku miliki tanpa harus menjadi orang lain.

You will always be the most captivating part in my life…