Dear Sahabatku,

Sejak perpisahanmu dengan dia yang pernah kau cinta, sungguh sulit aku berbicara hati ke hati padamu. Agaknya, kamu masih terlarut dengan kesedihan dan kesepian hingga enggan menemui siapapun. Tak terkecuali aku yang telah sekian lama jadi wadahmu mencurahkan isi hati. Tahukah kamu? Ada kesedihan dan sejumput perhatian yang ingin kusampaikan lewat secarik surat ini.

Sahabat, bukan sekali dua kali aku melihatmu muram durja sebab perkara hati. Sebagai teman sehari-hari, sudah pasti ikut terusik hati ini.

Dahulu, kita kerap kali berkumpul dan bergumul dengan kisah-kisah bahagia. Mulai dari urusan menuntut ilmu, aktivitas sehari-hari, sosok dambaan hati, hingga kini merambah pada masa depan dan profesi. Meski tak semua berakhir baik, kita selalu mampu melalui dengan seulas senyum yang menarik. Rutinitas mengejar prestasi bahkan sempurna untuk membuat kesulitan hidup jadi sirna.

Sejalan dengan segala kesulitan itu, kamu selalu berhasil menemukan tambatan hati. Mereka-merekalah yang selalu kamu jadikan sandaran sisi ketika melepaskan segala penat. Meski mereka hilang dan berganti, kamu tetap saja kembali sebagai sosok yang kuat dan tak pernah ada habisnya menggali hari untuk mengejar mimpi.

Kutahu, masa lalumu memang pelik. Perpisahan yang baru terjadi membuatmu ngeri jatuh cinta lagi.

Baru-baru ini, kudengar lagi perpisahanmu dengan tambatan hati. Setelah sekian panjang waktu kamu curahkan dengan dia, perasaanmu terpaksa luluh lantak lantaran dia yang tak semisi lagi. Memang benar bahwa kamu dan dia adalah pasangan yang dimimpi. Memang benar kamu dan dia terlalu berkesan untuk dilupakan secepat ini. Tapi, toh bukankah semua mustahil untuk kembali lagi?

Advertisement

Melihat sosok sahabat sepertimu hancur seperti ini, aku pun turut hancur menjadi-jadi. Lantas, kamu takut jatuh cinta lagi. Kamu takut mengalami luka yang seperih ini. Waktumu terjalin tanpa semangat yang membara layaknya api. Cita-citamu mungkin tak terpikir lagi.

Bersabarlah, Sahabat! Kamu tak sendiri sebab Tuhan tengah menyembuhkan lukamu dengan memberi sosok paling hebat!

Sahabatku, coba dengarkanlah aku. Memang perpisahanmu dengan yang terakhir begitu terasa menyakiti. Namun dari lubuk hati yang paling suci, kumohon padamu untuk bangkit kembali. Kamu tak patut menangisi masa lalu. Kamu layak ceria lagi demi takdimu nanti. Biarkan dia yang akan jadi tambatan hatimu, melihat senyum bahagia yang terpancar dari gadis terbaik di dunia ini.

Tuhan sudah mengatur segalanya dengan cermat. Bahwa jodohmu tak bisa datang dalam sekejap mata. Jodohmu akan datang lama karena Tuhan tengah memilih dia yang terhebat! Percayalah! Jika kamu bisa kembali menata hati, jodohmu akan lebih cepat lagi menghampiri dan menjadi sandaran atas segala problema diri.

Dariku,

Sahabat yang selalu menyayangimu.