Dear Tuan,,,

Pada awal pertemuan kita, aku sedikitpun tak ingin menyerahkan hati untukmu Tuan. Saat itu aku berfikir tak akan terpikat pada pesonamu yang terlihat sekilas begitu baik, aku sempat punya pikiran jika kamu akan sama seperti lelaki lain yang datang lalu pergi,yang hanya memberi harapan lalu menghilang! Dan kujelaskan lagi Tuan, aku memungkiri rasa yang diam – diam dan perlahan mulai tumbuh sejak pertemuan pertama itu, Bahkan aku benar – benar tak pernah ingin memikirkanmu Tuan.

Tapi setelah pertemuan pertama itu kamu lebih sering menghubungiku dan meyakinkanku bahwa kamu memang lelaki yang baik. Akupun perlahan mulai mempecayaimu Tuan, dengan perhatian kecilmu itu yang mulai mengikis pikiran negatif tentangmu.

Kamu adalah sosok lelaki 28 tahun yang masih sangat kekanakan dan masih menyukai game sebagai kegiatan utamamu. Sosok lelaki yang membalas pesan singkat selalu lebih dari 15 menit, Sosok lelaki yang punya hobi makan yang sama denganku, Sosok lelaki yang memang dari awal lebih pantas untuk dijadikan teman bukan pendamping hidup. Tapi ketika aku berusaha memungkiri rasa yang ada, semakin aku lebih merasa resah karenamu Tuan. Beberapa hari ini aku mulai resah tanpa sebab saat Kamu tak memberiku kabar, saat kamu mulai singkat membalas pesanku, saat menjanjikan pertemuan tapi kamu membatalkan dengan alasan.

Seribu pikiran bergejolak dihatiku Tuan jika kamu tahu, entah ini perasaan suka atau terbiasa dengan sapa hangat & leluconmu. Saat aku mulai mencari tahu siapa kamu, saat itulah perasaan kurang yakin selalu menghampiriku.

Advertisement

Tuan siapa sebetulnya kamu?

Aku merasa jika aku memang bukanlah kriteria yang tepat untukmu kalau aku melihat semua teman di media sosialmu. Aku seperti tidak pantas untukmu.

Tuan sejak beberapa hari kamu berubah, apakah kamu memiliki teman lain? Perlahan kamu menghilang Tuan dan aku merasa kecewa denganmu, sepertinya aku memang telah menaruh sedikit hati untukmu Tuan. Kenapa pertemuan awal itu engkau sudah banyak memberiku harapan Tuan? Jika akhirnya aku tahu akan sesakit ini.

Semoga pada akhirnya engkau akan mengerti Tuan ..