Lelah, entah apa yang aku lelahkan. Mungkin terlalu banyak hal yang aku pikiran padahal di hariku tak lagi ada kita sebab kamu dan aku sudah berbeda. Mungkin hatiku, yang tanpa bisa aku cegah masih mengingatmu atau ingatanku yang masih terjebak di pelukmu, entahlah.

Yang aku tau selalu ada hal yang tertinggal dari perpisahan. Dia kamu sebut kenangan sedang aku memanggilnya rindu, rindu yang acapkali menyapa pagiku merusak rencana langkah pergiku. Ada apa denganku? Kenapa merelakanmu rasanya sesakit ketika aku harus merelakan nyawa.

Kita yang bukan kamu dan aku. Apa kabar di sana? Masihkah kau dengan ego yang sama? Tolong hilangkan kebiasaan bosanmu dan jangan mencari aku di raga yang bukan aku. Berhentilah, menangis bukanlah apa yang kau rencanakan saat kau memilih pergi

Dan lelahku bukan karenamu, mempertahankan atau melepaskan buatku sama-sama butuh perjuangan.