Aku dulu pernah jatuh cinta pada seorang pria tapi belum pernah ku rasakan yang begitu dalam seperti ini. Kamu yang ku kenal hanya karena pertemuan singkat tak cukup untuk hitungan kelima jariku kini mampu membuat hariku terus merindu.

Percayalah bertemu denganmu adalah harap yang selalu ku panjatkan setiap hari.

Aku terus memutar otakku, mencari alasan logis yang terkesan biasa hanya untuk menemuimu. Tapi selalu saja hasilnya nihil. Karena tak ku temukan pelbagai alasan yang jelas untuk berjumpa. Menantikan hari untuk bertemu denganmu adalah impian yang tak jemu-jemu aku rapalkan dalam doa. " Semoga saja duniamu sedikit senggang agar sempat menemuiku ". Aku terus menghitung kemungkinan peluang untuk bertemu meski yang kudapati hasilnya mengikis senyumku. Kamu dengan duniamu yang begitu sibuk, aku bisa apa? Hanya terus mengucap harap.

Meski aku tak tahu caranya menampakkan rasaku, Kamu harus tahu lelaki yang kini memenangkan hatiku cuman kamu.

Aku memang kesulitan untuk menampakkan wujud nyata dari rasa sukaku yang mendalam. Karena hanya mendengar suaramu saja sudah menciptakan kelu di bibirku. Kamu mampu memnghipnotisku sampai hanyut ke dasar terdalam dari sukacita karena mencinta. Kaku ini bukan di sengaja, semuanya terjadi begitu saja.

Advertisement

Entah mengapa, aku selalu saja terpana akan wujud nyata sosokmu. Ahhh, padahal kamu biasa saja, lelaki batu yang dinginnya minta ampun serta cueknya bikin ampun. Kenapa malah aku menggilaimu?

Wujud nyata dari rasaku adalah dengan menuliskan sedikit cerita tentangmu.

Biar kuperkenalkan kamu kepada orang banyak melalui cerita ini. Mereka setidaknya harus tahu adalah lelaki luar biasa yang mengobrak-abrik galaksi pikiranku. Pria batu yang hanya dengan mengirimikan emoticon dua titik bintang saja sudah mampu menciptakan semesta kegembiraanku.Yang setiap paginya tak jemu ku hiasi chat Blackberry Messagernya dengan sapaan pagiku meski tahu terkadang dia hanya akan membacanya tanpa membalas.

Ini adalah cerita tentang rasa yang tengah ku perjuangkan, Tanpa tahu bagaimana akhirnya akan di tuntaskan.

Dariku, yang senantiasa mengamatimu dalam diam.

N C U