Kau datang lagi kemarin.
Aku bingung dengan kisahmu.
kemarin kau bilang kau terbebani sekarang kau mulai main lagi.
kemarin kau bilang pahit sekarang kau telan omonganmu lagi.

Ya dari itu aku bisa menilai kau memang bukan orang baik untuk dibawa ke masa depan.
Omonganmu ada benarnya harusnya aku tak menilai baik seutuhnya, apalagi tentang dirimu manis itu hanya sebelah mata nyatanya, setengah lagi kau lebih parah. Sampai sekarang aku masih belum paham ajari aku cara meyakini kau lagi,kecewaku berasa lelahku mulai memuncak kata menyerah mulai aku lontarkan. sungguh, AKU KECEWA.

Kau tak pantas lagi diberi kasih, bualanmu sungguh memuakkan apalagi tentang kita di masa depan, tak bisa percaya lagi. aku mulai tabah.

Tanggal penghujung tahun.

Aku merasa hubungan yang dekat tak selamanya indah justru aku lebih merindukan dan mengindahkan kisah yang jauh, tanggapan macam apa ini? sebenarnya banyak umat ingin kedekatan tanpa jarak, tapi kenyataannya beginilah aku menerima kisah jauh yang menurutku lebih bahagia, memang salahku berharap banyak pada jarak yang kupikirkan jarak akan menyatukan. Komunikasi kita saat ini kubilang cukup baik apalagi terakhir kau bilang "aku selalu ada untukmu" haha konyol bukan? sungguh itu salah atau bualan termanis yang kudengar darimu padahal nyatanya sama sekali kau tak mendukung perjuanganku. Kau tau mereka yang berhasil menjadi kita adalah mereka yang saling memperjuangkan bersama bukan hanya satu berjuang dan satu penyemangat dengan mendukung "selagi masih ada kesempatan berjuang jangan menyerah".Kau pikir takdir itu hanya diperjuangkan oleh satu orang?

Advertisement

Aku cuma menitipkan salam rindu pada jarak agar kita sempat bertemu nanti, sebenarnya tak ada lagi niat untuk aku datangi kau di awal pulau sana. Semalam kau menyemangati aku tuk tetap berjuang, untuk apa ? hai ka pike !yakinlah semua itu tak kan merubah aku kamu menjadi kita jika kau tak bertindak lebih bersamaku. Tapi ucapan manismu sekarang tak terlalu aku hiraukan karena aku sudah menelan asam garamnya janji darimu.

Terus terang jika dilanjutkan aku masih punya energi penuh untuk kembali berjuang, masih punya bejuta khayalan, punya imajinasi tinggi ketika kita bertemu, banyak sudah yang ingin aku rangkai jika masih sempat kembali . Kadang sesekali terdengar jeritan rindu dalam hati, tapi rindu yang kurasa sekarang hanya ingin menanyakan kabar bukan ingin lagi mengulang bualan lama. Aku lihat kau sudah semakin bahagia sekarang tubuhmu tak lagi lemah, senyum indahmu selalu kau tebarkan, aku yakin kau bahagia dengannya

Kau tau? ada trauma kecil dari kejadian sejak 2 tahun silam iya PERHATIAN aku tak ingin lagi diperhatikan siapapun itu, rasanya aku muak dengan yang namanya perhatian apalagi perhatian yang menurutku sangat berlebihan.

Adahal yang lebih manis dari butiran gula, JANJI.

Sekian dulu.
Jadilah diri yang terus memperbaiki begitupun aku, aku tau diri aku sadar diri siapa aku itulah sebabnya aku merasa aku harus menjauh, kau tenang saja aku tak akan datang lagi di kemudian hari apalagi untuk menanggapi kata manis dari kau. Hidupmu sudah damai, sudah kau temukan dia dengan tanggal anniversarry tepat di lahirku sampai pada saat itu tepat dilahirku kau tak ucapkan sama sekali dan malah membuat happy anniversary haha hancur adek bang, padahal kau tau hari itu ulang tahunku dan tahun lalu kau memberi ucapan terpanjang serta orang pertama.

Aku titip pesan jika suatu saat kau membaca ini "jangan pernah menyalahkan diri sendiri,perbaiki diri, semoga menjadi pemimpin yang lebih mandiri".

i hope someday we can meet up.