Terlalu banyak cara Tuhan menghadirkan cinta. Mungkin salah satunya dengan mempertemukan dua insan yang sedang kosong hatinya. Tetapi cinta tidak selalu datang pada waktu yang diinginkan. Karena cinta selalu membuat seseorang terhanyut kedalamnya. Ia mengajarkan untuk saling mengerti memahami saling bercanda tawa bersama. Semua bisa terlihat indah karena adanya cinta.

Tetapi terkadang cinta juga tak semudah itu. Membuat seseorang takut untuk ungkapkan rasa. Cintaku telah tumbuh untuk seseorang yang terlebih dahulu mengenalku. Bunga-bunga cinta telah bersemayam di hatiku dan semenjak itu kebahagiaan selalu mewarnai hari-hariku. Banyak nuansa baru yang ditimbulkan oleh adanya rasa cinta. Senang haru sedih bahagia tangis suka dan semua hal tentang indahnya rasa itu.

Sampai pada saatnya,

datang orang baru yang menebarkan simpatiknya. Orang baru yang bersedia untuk menjadi sandaran ketika hati ini terpuruk. Orang baru yang menjadi warna lain di dalam sisi lain hidup ini. Orang baru yang melengkapi apa yang tidak ada pada cinta sebelumnya. Orang baru yang bersedia bertahan dalam duka karena ada cinta yang terlanjur menetap. Orang baru yang membuat hati bimbang karena cinta sudah berada di jenjang bukan permainan. Orang baru yang bisa membuat hati berdesit kagum karena perhatian lebih yang masih diberikan padaku. Orang baru yang masih mengharapkan cinta semu dariku.

Tetapi aku tersadar, bukan cinta jika harus menyakiti ikatan yang sakral. Bukan cinta jika harus mementingkan ego sesaat. Bukan cinta jika harus mengkhianati janji suci pernikahan. Biarlah ini menjadi rasa yang terpendam indah dan akan menjadi sebuah kisah bukan dosa. Biarlah hanya aku dan Tuhan yang tau akan rasa di hati ini tanpa ada pengkhianatan di dalamnya.