Awal kita berjumpa adalah saat kita masuk ke universitas yang sama. Aku dan kamu adalah dua cowok kece seperti yang mereka bilang. Aku seorang cowok berkulit putih dan kamu seorang cowok berkulit cokelat yang suka olahraga. Kamu adalah satu-satunya sahabat baikku di sini.

Sudah 2 bulan ini aku memendam rasa padanya, seorang gadis cantik jelita. Kecantikan alaminya membuat duniaku beralih memandangnya, saat ia tersenyum, burung-burung beterbangan dan saat ia tertawa, sinar matahari rasanya panas menyentuh hatiku. Oh inikah namanya cinta? Aku selalu bercerita padamu kalau aku mencintainya, aku ingin memilikinya, dia juga adalah sahabat untukku, sepertimu. Dia adalah puteri kecilku yang manis.

Lama tak kunjung ada kepastian, kudengar puteri kecilku dekat denganmu. Aku sungguh merasa kecewa padamu. Sejak kapan kamu memiliki perasaan yang sama padanya. Beraninya kau mendekati dia yang ingin kumiliki. Beraninya kamu, sahabatku menyatakan perasaan padanya lebih dahulu dibandingkan aku?

Kuakui aku sangat marah mendengar hal itu, namun aku juga berusaha menutupinya dengan candaan saat mereka semua serentak memberimu selamat, aku pun begitu, memberimu selamat walaupun dadaku terasa sesak. Aku sering menjadi pihak ketiga yang kau ajak saat kencan, duduk diantara kalian berdua. Wajahku tersenyum, namun hatiku menangis.

Sudah setahun lamanya kalian bersama, tak pernah kudengar kata putus darimu. Harapanku mulai pudar untuk memilikinya. Aku percayakan hatinya padamu, asalkan kamu bisa membahagiakannya sahabat, aku juga ikut bahagia. Apabila kamu menyakitinya, maka aku tidak akan tinggal diam. Sepertinya aku harus melupakan rasa ini dan mencari cinta baru, membuka hati untuk wanita baru di sana atau membuka hati untuk wanita yang menyukaiku.

Advertisement

Aku berjalan lagi dan kutemukan seorang wanita yang mirip dia, seorang junior kita. Aku akhirnya bisa memilikinya, ya junior kita seorang wanita yang disukai banyak pria, beruntungnya aku memilikinya. Walaupun aku selalu tersia-sia karena aku yang mengejarnya, aku kerap diperlakukan semena-mena, aku berharap dia akan berubah sewaktu waktu.

Hubungan cinta kalian mulai renggang. Akhirnya kalian putus. Sungguh kulihat puteri kecilku merasa sangat hancur karena ulahmu. Aku tahu sahabat, kamu orang yang sekedar gengsi dalam memilih pasangan, hanya untuk terlihat hebat dimata teman-teman kita.

Saat kamu mendapat seorang wanita yang lebih, kamu akan membuang apa yang jadi milikmu. Puteri kecilku berlari padaku dan menceritakan semua padaku. Aku menyesal padamu sahabat, kamu tidak layak mencintai puteri kecilku. Bodohnya aku percayakan kalau kamu bisa membahagiakannya, ternyata aku salah.

Disaat yang sama, hubunganku mulai renggang karena dia terlihat semakin tidak mempedulikanku, pacarku, junior kita,kenyataannya sekarang dekat denganmu. Ternyata pacarku sekarang dekat denganmu sahabat. Mungkin ini terdengar gila, tapi aku mulai sulit mempercayaimu lagi.

Aku pernah jadi laki-laki sepertimu, mempermainkan wanita, namun aku telah berhenti sekarang. Aku juga playboy dahulu, namun aku bukan pagar makan tanaman sepertimu. Apakah kamu puas sahabatku menghancurkan kepercayaanku? Bukankah masih banyak wanita di luar sana yang bisa kau miliki selain orang yang aku cintai?

Hari demi hari kuputuskan pindah kos untuk menenangkan pikiranku. Aku sudah malas bersamamu lagi, sahabatku. Sekali okelah toleransi, dua kali cukup sudah aku sudah tidak mungkin bersahabat dengan orang serakah sepertimu. Akupun berhak bahagia bersama orang yang benar-benar sahabatku.

Kujauhi kamu sejauh-jauhnya. Hingga aku tahu kalau kamu menyebarkan berita puteri kecilku dekat denganku. Terserahlah kamu mau bilang apa, aku hanya ingin dia menjadi sahabatku yang sama-sama terluka karenamu. Kami selalu bersahabat dan menguatkan hingga sekarang. Aku selalu ingin melihat puteri kecilku bahagia dengan laki-laki yang memang pantas untuknya, bukan kamu, mantan sahabatku.

Hari berganti hari, matahari mulai redup sore itu. Aku tahu kamu sudah jadian dengan mantan kekasihku, junior kita, tanpa aku berkata apa-apa karena aku juga sudah malas dengan kelakuanmu. Kamu merasa menang? Silakan. Merasa hebat? Silakan. Merasa bisa menguasai apapun? Silakan. Yang pasti, tidak ada hal yang tidak terbalas di dunia

"To every Action there is always opposed an equal Reaction?" (Isaac Newton, Philosophiae Naturalis Principia Mathematica)

Karena ada hukum aksi reaksi di dunia ini. kalau kamu memukul, suatu saat kamu bakal dipukul. Kalau kamu menyakiti orang disekitarmu, kamu juga akan mendapatkan hal yang sama cuma tergantung waktunya.

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: "Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)"

Energi yang sudah diluapkan ke dunia tidak dapat dimusnahkan. Energi negatif menyakiti oranglain itu tidak dapat dimusnahkan, namun bisa berubah ke energi lain yaitu orang lain yang bakal berbalik menyakitimu.

Kini aku sudah tenang dengan hidupku. Aku mulai meraih mimpiku bekerja di Perusahaan Internasional. Kamu masih sama seperti dahulu, gonta ganti pacar, menyakiti wanita wanita, memberi harapan palsu. Aku sebagai mantan sahabatmu ingin mengatakan padamu

“Sudah sahabat. Sudah. Hentikan semua permainanmu. Berhenti menghancurkan hati wanita yang setia padamu. Kalau kamu tidak berhenti, akan ada saatnya dimana kamu akan terpuruk, sangat terpuruk. Hancur sangat hancur. Disaat itu kamu benar-benar tidak punya siapa-siapa yang ada di sekitarmu.Akan ada balasan, entah balasan itu akan menimpamu atau orang terdekatmu. Akan ada saat dimana orang yang kamu lukai mendapatkan orang yang layak untukmu.

Hidup ini kejam. Ya. Sangat kejam. Aku belajar darimu, karenamu aku menjadi tahu hidup ini sangat kejam. Kepercayaanku pun hancur sekarang. Kamu begitu tampak manis di luar namun sangat pahit hatimu, sahabatku. Kalaupun malam hari kamu terbangun dan mengingat setidaknya satu wanita yang benar-benar kamu sayangi, kamu benar-benar akan menyesal bahwa kamu adalah laki-laki playboy yang tidak bisa memilikinya.

Akan ada hari dimana kamu punya banyak sekali teman, kamu terlihat keren dan hebat di mata orang lain, namun kamu hanya seorang diri, karena tidak akan ada sahabat yang mau berteman dengan orang sepertimu yang merasa tidak aman seperti sesuatu akan dicuri dari hidupnya”

Kepada wanita yang membaca tulisan ini, aku berpesan, kenali baik baik laki-laki disampingmu. Laki-laki playboy terlihat berbeda dari laki-laki yang setia. Dia biasanya sering gonta ganti pacar. Ia mungkin mempunyai jumlah mantan pacar yang fantastis.

Dia terlihat sempurna fisiknya, walaupun tidak semua begitu, ia teramat baik (kalihatannya). Ia pandai memberikan kepercayaan, namun ia juga pandai berkilat. Ia jarang menampilkan kekurangannya pada wanita. Ia pandai menutupi keburukannya, dan hanya teman laki-lakinya yang tahu hal itu. Sekali kalian, wanita pernah disakiti laki-laki playboy, rasa sakitnya teramat dalam untuk disembuhkan, namun percayalah bahwa suat hari Yang di Atas akan mendengar doamu.

Doakan untuk kebaikan laki-laki yang suka memainkan hati wanita agar dia cepat berubah. Agar dia bisa membuka mata bahwa ada 1 orang saja yang akan mencintainya sungguh-sungguh dan agar ia sadar, wanita yang selama ini dipermainkannya pun mempunyai 1 laki-laki yang memang pantas untuk wanita baik.

Untuk kalian cowok playboy yang membaca tulisan ini aku berpesan agar kamu merenungkan kembali hal yang kamu perbuat. Menyakiti mereka yang setia padamu itu bukan hal yang baik. Aku pernah sama seperti kalian, tapi aku sudah berubah karena aku sadar betul tidak akan bermanfaatv kalau aku menyakiti orang yang aku sayangi.

Sekarang aku sudah hidup damai dengan seorang wanita yang baik, yang selalu menyayangiku. Satu wanita yang baik sudah cukup. Aku tak perlu mendapat banyak wanita untuk terlihat keren. Aku sangat keren ketika setia pada satu wanita saja yang sungguh-sungguh menyayangiku dan bukanlah kalian juga akan sepertiku?

Hidup dengan satu wanita saja yang mampu menemani saat suka dan duka hingga ajal menjelang, satu wanita yang akan memijitmu saat kamu lelah, satu wanita yang akan melahirkan anak-anakmu, satu saja wanita yang akan menua bersama.

Aku memang tidak sekeren Habibie yang mencintai Ainun seperti itu, namun cintaku pada seseorang istriku sekarang, akan aku jaga selamanya, karena Tuhan melihatku mencintai ciptaanNya, maka Tuhan juga pasti memberikan cinta yang lebih untukku. Berubahlah kawan, selagi sempat, karena waktumu tidak ada yang tahu.