Maaf kusapa kamu dengan tulisanku ini, bukan ingin bermaksud mengingatmu kembali hanya saja jika membaca ini aku berharap kau akan lenyap dari semua yang ada dihidupku dan berhenti ingin tahu tentang hidupku.

"Bukan bermaksud membencimu terlalu dalam hanya saja lebih baik seperti ini, tidak mengenalmu lagi di waktu ini.

Tapi tunggu.., bolehkah aku meluapkan apa yang aku rasa dulu,di waktu itu.., di waktu yang teramat aku mencintaimu itu. Saat itu aku tidak memperdulikan sama sekali masa lalumu, aku menyiapkan ruang kosong dan nyaman disini..dihatiku untuk kau tempati.

Harapku di waktu itu, kamu tidak hanya berlabuh dan pergi, tapi untuk mentap disini, dihatiku.

Di waktu itu kita mengukir mimpi, kita membuat siapa saja yang melihat kita akan menatap iri. Kita bahagia dengan sederhana, dan aku yang selalu ada dibelakangmu untuk menyemangatimu. Selalu, di waktu itu akan selalu memelukmu dengan doaku. Kepercayaan diriku yang selalu akan menjadi nomor satu dihatimu lenyap dengan pengkhianatanmu saat itu, Ahhhhh rasanya ingin sekali berkata padamu

Advertisement

"kenapa kamu buat begini ? kenapa kamu bodoh mengancurkan semua mimpi yang kita buat di ribuan hari yang kita lewati."

Bukan aku bermaksud untuk benar- benar ikut melenyapkan mimpi itu, tapi bagiku ribuan maafmu di waktu itu tidak bisa menyembuhkan luka hatiku dan memperbaiki penilain burukku untukmu.Aku merasa lebih baik tanpamu jika dengan apa yang kulakukan ,kamu balas dengan kekecewaan. Kamu yang selalu aku upayakan tapi kamu yang membuatku perih di waktu itu. Mungkin termat perih sampai semua rasa manis dihidupku seketika pahit karnamu.

Tanpamu aku banyak berdamai dengan segala yang ada dihidupku. Berdamai dengan mataku agar saat melihatmu, mata ini tidak sampai mengeluarkan airnya. Berdamai dengan hatiku agar aku kuat tanpamu, tidak lagi berdegup kencang dan membuatku sakit jika mengenangmu. Berdamai dengan otakku agar tak lagi kupikirkan kamu.Dan juga berdamai dengan waktu agar dia dapat membantuku untuk melupakanmu. Di waktu itu sering kudapati dimana saat pagi hatiku amat terasa sakit dengan bayangmu yang amat kuat mendekapku dan entah sejak kapan aku begitu mulai membenci malam saat semua hening dan yang paling membuatku muak saat aku sadar aku masih saja terkunci dengan bayangmu.

Saat ini dan di waktu ini mataku sudah tidak lagi meneteskan airnya untukmu, hati ini sudah tidak merasakan sakit lagi saat tiba-tiba teringat akan bayangmu, dan otakku sudah tidak pernah lagi memikirkanmu. Aku sudah bangkit disini, berdiri dan berbahagia kembali dengan mimpiku yang kubangun sendiri, dan tidak bisa aku pungkiri kamu jadi bagian dari sesuatu yang menjadikan aku wanita tangguh , wanita yang teramat kuat bisa menahan rasa perihku, aku pun belajar bahwa semua yang berawal indah belum tentu berakhir dengan indah juga, terakhir kata terakhir untukmu

"bisakah kamu tidak lagi mengganggu dan datang kehidupku kembali? jangan lagi mengganggu mimpi indahku saat ini, aku yang pernah berbahagia memilikimu di waktu itu hanya ingin tidak lagi mengenalmu di waktu ini".